Sabtu (28/2) kemarin, Lapangan Banteng di Jakarta ramai oleh perayaan Imlek Nasional. Suasana riuh rendah itu jadi saksi sebuah momen yang cukup langka: tahun baru Imlek 2026 bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Dan di tengah keramaian itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesannya.
Lewat sebuah video yang ditayangkan di acara tersebut, Prabowo bicara tentang makna mendalam dari kebersamaan dua perayaan besar ini. Baginya, ini bukan cuma soal tanggal yang bertabrakan. Ini lebih dari itu.
"Perayaan Imlek tahun ini memiliki makna yang sangat dalam. Imlek hadir berdampingan dengan bulan suci Ramadhan umat Islam."
Kalimat itu ia ucapkan dengan nada khas. Lalu ia melanjutkan, menegaskan bahwa inilah potret sesungguhnya negeri ini. "Ini adalah wajah asli Indonesia. Berbeda tapi rukun, beragam tapi satu tujuan," tambahnya.
Pesan utamanya jelas: Indonesia tak gentar dengan perbedaan. Menurut Prabowo, justru di situlah letak kekuatan kita. "Indonesia adalah bangsa besar," tegasnya.
"Bangsa besar tidak takut pada perbedaan. Bangsa besar justru merawat perbedaan sebagai kekuatan."
Ucapannya singkat, tapi punya gaung yang panjang. Di lapangan yang penuh warna itu, kata-katanya seakan menemukan konteksnya yang sempurna. Keragaman yang hidup, bukan sekadar wacana.
Jadi, momen langka Imlek dan Ramadan yang beririsan ini ia lihat sebagai cermin. Sebuah refleksi tentang bagaimana seharusnya kita berjalan bersama. Dengan segala perbedaan yang ada, namun tetap mengarah pada satu tujuan yang sama.
Artikel Terkait
Gubernur DKI: 112 Juta Warga Gunakan Transportasi Umum di Triwulan I 2026
Shin Tae-yong Buka Peluang Latih Klub Indonesia Usai Dapat Tawaran
Kebakaran di Grogol Petamburan Tewaskan Satu Keluarga, Diduga Dipicu Korsleting Listrik
Karyawan Minimarket Bobol Brankas Rp52 Juta, Habiskan untuk Judi Online dalam 3 Jam