Suasana di Jalan Satando, Makassar, Kamis siang itu, berubah jadi ricuh. Rencana penertiban kios PKL di kawasan Tamalabba, Ujung Tanah, ternyata tak berjalan mulus. Warga yang mata pencahariannya bergantung pada kios-kios itu, akhirnya melawan.
Semuanya berawal ketika sebuah excavator mendekat, siap menggusur deretan kios di samping Depo Pertamina. Tapi alat berat itu tak bisa maju. Sudah berkumpul di lokasi, warga menghadangnya dengan tubuh mereka sendiri.
Dari arah Jalan Moh Hatta, petugas Satpol-PP yang dibantu polisi dan TNI mulai merangsek. Mereka bersenjatakan tameng. Awalnya, kerumunan warga masih bisa bertahan menghalau laju excavator. Tapi perlahan, mereka terdesak mundur.
Namun begitu, perlawanan tak berhenti. Begitu alat berat mulai menabrak satu kios di ujung jalan, amarah memuncak. Batu, petasan, hingga balok kayu beterbangan menghujani petugas. Suasana makin panas dan tak terkendali.
“Jangan maju pak, kami mau makan apa,”
teriak seorang emak-emak, suaranya nyaris tenggelam dalam keributan. Dia berusaha menghadang, mewakili rasa putus asa banyak orang di sana.
Artikel Terkait
Bahlil: 20 Proyek Hilirisasi Tahap Awal Sudah Mulai, Investasi Capai Rp239 Triliun
Pokon, Hidangan Khas Toraja yang Sarat Makna dalam Ritual Rambu Solo
Video Viral: Juru Parkir di Makassar Acungkan Pisau Saat Bentrok dengan Warga
Pantai Mandala Ria Bulukumba: Pesona Alam dan Jejak Sejarah Operasi Mandala