Satpol PP Jakarta Amankan Delapan Pengemis dan Manusia Gerobak di Trotoar Mampang Prapatan

- Jumat, 15 Mei 2026 | 11:45 WIB
Satpol PP Jakarta Amankan Delapan Pengemis dan Manusia Gerobak di Trotoar Mampang Prapatan

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta mengamankan delapan orang yang masuk dalam kategori Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) lantaran memenuhi trotoar di Jalan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Mereka kemudian dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1 untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi, mengungkapkan bahwa penertiban ini merupakan respons atas unggahan video yang viral di media sosial Instagram. Dalam rekaman tersebut, tampak sekelompok manusia gerobak dan pengemis memadati kawasan tersebut.

"Satpol PP membawa delapan orang PPKS kepada Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1 guna pelayanan dan penanganan lanjutan," ujar Satriadi dalam keterangannya, Jumat, 15 Mei 2026.

Operasi penertiban itu telah dilakukan pada Rabu, 13 Mei 2026. Dari hasil pengamanan, delapan orang yang terjaring sebagian besar merupakan warga lanjut usia. Mereka adalah Suwino (74) asal Tegal, Udin (63) asal Brebes, Waskam (73) asal Kuningan, Budi Cahyono (61) asal Kediri, Slamet Basuki (65) asal Jakarta, Umardani (56) asal Jakarta, Juni Marlis (45) asal Padang, dan Abdul Hadi (61) asal Jakarta.

Sebelum ditertibkan, para pengemis itu terlihat menggelar tikar atau spanduk sebagai alas duduk di trotoar. Mereka berjajar mulai dari sekitar Halte Mampang Prapatan hingga ke arah Warung Buncit, menunggu orang-orang yang memberikan uang atau barang. Pemandangan tersebut terekam dalam video yang diunggah akun Instagram @gedflip pada Kamis, 14 Mei 2026.

Di sisi lain, Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan menyebutkan bahwa mayoritas PPKS di wilayahnya berasal dari daerah penyangga ibu kota, seperti Tangerang, Depok, dan Bekasi. Hal ini tidak terlepas dari posisi Jakarta Selatan yang berbatasan langsung dengan sejumlah kota tersebut.

Pihak dinas sosial juga memfasilitasi pemulangan para PPKS ke daerah asal melalui kerja sama dengan transportasi resmi. Langkah ini diambil untuk memastikan proses pemulangan berjalan tertib dan terkoordinasi. Sementara itu, persepsi tentang peluang ekonomi di Jakarta dinilai menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kedatangan mereka ke ibu kota.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar