Di tengah berbagai spekulasi, Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan satu hal: Palestina punya peran langsung dalam struktur Board of Peace atau BoP. Inisiatif internasional yang digagas untuk mendorong perdamaian, termasuk dalam konflik Israel-Palestina itu, ternyata melibatkan mereka.
“Ada. Ada orang Palestina,” tegas Havas saat ditemui awak media di Jakarta, Selasa (27/1), usai rapat kerja tertutup dengan Komisi I DPR.
“Itu teknokrat dari otoritas Palestina, mereka yang nanti akan melaksanakan beberapa program,” lanjutnya.
Menurut Havas, anggapan bahwa Palestina dikesampingkan dalam BoP itu keliru. Memang, perwakilannya tidak duduk sebagai negara anggota. Namun begitu, mereka terlibat penuh dalam struktur operasional lewat para teknokrat dari Otoritas Palestina. Jadi, klaim soal ketidakterlibatan itu cuma kesalahpahaman di ruang publik.
Proses pembentukannya sendiri ternyata sudah makan waktu lama. Havas mengungkapkan, pembahasan piagam dan klausul-klausulnya sudah berjalan sejak pertemuan di New York. “Itu pembahasannya sudah lama, dari beberapa inisiator,” ujarnya. Artinya, keputusan Indonesia untuk bergabung bukanlah langkah spontan.
Lalu, bagaimana dengan solusi dua negara?
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak BRIN Kembalikan Peneliti ke Daerah
Dua Pemuda Diamankan, Liquid Vape Sintetis Disita di Apartemen Thamrin
Ahok Buka Suara: Saya Mundur dari Pertamina karena Beda Pandangan dengan Jokowi
Rp 9,1 Triliun Raib, Indonesia Darurat Penipuan Digital