Denpasar, Jumat siang (13/3) - Mapolda Bali jadi saksi peluncuran dua inisiatif penting. Irjen Pol. Daniel Adityajaya, sang Kapolda, secara resmi meluncurkan website "Cakrawasi" dan tak lama setelah itu, meresmikan Command Center-nya di tempat yang sama.
Nama Cakrawasi sendiri merupakan akronim dari Cakra Pengawasan Orang Asing. Intinya, platform digital ini dirancang untuk satu tujuan utama: memperketat pengawasan. Baik itu terhadap keberadaan, maupun berbagai aktivitas yang berpotensi melanggar hukum yang dilakukan oleh warga asing di Bali.
“Ini langkah konkret kami,” ujar Daniel Adityajaya.
Dengan adanya website dan pusat kendali ini, pengawasan diharapkan bisa lebih terintegrasi dan responsif. Bali, sebagai destinasi global, memang selalu punya dinamika tersendiri terkait arus kedatangan orang asing. Di sisi lain, tuntutan untuk menjaga keamanan dan ketertiban jelas tak bisa diabaikan.
Kehadiran Cakrawasi diharapkan bisa menjawab tantangan itu. Caranya dengan memusatkan data dan mempermudah koordinasi. Jadi, pengawasan tak lagi tersebar, tapi punya satu pusat komando yang bisa memantau segala sesuatunya secara lebih menyeluruh.
Peresmian ini menandai babak baru pengawasan imigrasi di Pulau Dewata. Langkah yang diambil Polda Bali ini terlihat serius. Mereka tak hanya mengandalkan patroli konvensional, tapi juga memanfaatkan teknologi untuk menciptakan sistem yang lebih rapat dan efisien.
Hanya waktu yang bisa membuktikan efektivitasnya. Namun, langkah awal sudah diambil. Sekarang, tinggal eksekusi dan konsistensi di lapangan yang akan menentukan hasilnya.
Artikel Terkait
Lokomotif Kereta Jarak Jauh Berhasil Dilepas dari KRL di Bekasi Timur, 7 Tewas dan 81 Luka-Luka
Polisi Tangani Lima Kasus Kriminal di Jakarta, dari PRT Lompat dari Kos hingga Penyekapan oleh WNA
Jasa Raharja Pastikan Jaminan Korban Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
Tiga Kantong Jenazah Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Berhasil Dievakuasi