"Sekarang alat rumah tangga berkurang. Misal kipas angin dulu harga baru di atas Rp 300 ribu sekarang ada Rp 100 ribu. Otomatis sekali pakai,"
keluhnya. Namun begitu, ada juga rezeki baru yang muncul. Salah satunya dari perbaikan conveyor untuk usaha bakpia yang kini sudah otomatis.
Tarifnya pun relatif terjangkau. Untuk kerusakan ringan, ia kenakan biaya sekitar Rp 25-30 ribu. Kalau sudah berat, bisa mencapai Rp 100-150 ribu. Pelanggannya tak cuma dari kota, tapi juga dari berbagai penjuru seperti Gunungkidul dan Kulon Progo.
Di kios sebelah, Ratno (60) juga sibuk. Sudah 38 tahun ia menekuni profesi yang diwarisi dari ayahnya ini.
"Di sini terus dari dulu,"
katanya singkat. Jaringan pelanggannya luas, menjangkau berbagai kabupaten.
"Pelanggan banyak. Dari Wonosari (Gunungkidul) ada, Kulon Progo ada, Bantul ada,"
Ratno menyebut beberapa daerah asal pelanggannya. Menurut pengamatannya, seiring zaman berubah, kualitas produk elektronik pun ikut berubah dan bukan ke arah yang lebih baik.
"Bagus yang dulu. Sekarang cuma ya gimana ya, kualitasnya beda sama yang dulu,"
ucapnya dengan nada sedikit kesal. Sebuah pengakuan jujur dari seorang tukang servis yang telah menyaksikan perubahan itu langsung di tangannya sendiri.
Artikel Terkait
Hilang di Lereng Lawu, Pencarian Yasid Masih Mentok di Hari Kesembilan
Kapolres Depok Bantu Tukang Es Gabus dengan Motor dan Jaminan Keamanan
Havas Buka Suara: Palestina Punya Peran Kunci di Board of Peace
Keluarga Diserang Usai Nyaris Tabrak Pemotor di Luwu, Istri dan Tiga Balita Terluka Bakar