Harga Beras Turun, Pemerintah Lanjutkan Operasi Pasar Hingga Stabil di Bawah HET
Pemerintah Indonesia terus menggencarkan operasi pasar untuk menekan harga beras yang masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan di berbagai wilayah hingga harga benar-benar stabil.
Komitmen Pemerintah Turunkan Harga Beras
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan operasi pasar. "Operasi pasar kita lanjutkan terus. Dua bulan terakhir harusnya sudah turun, tapi kita tidak boleh berhenti sampai beras betul-betul semuanya di bawah HET," ujarnya di Istana Negara, Selasa (4/11).
Produksi Beras Indonesia Diproyeksi Meningkat Signifikan
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional diperkirakan mengalami lonjakan. Pada tahun 2025, produksi diproyeksikan naik 4,15 juta ton, mencapai total 34,77 juta ton. Angka ini merepresentasikan peningkatan sebesar 13,54 persen dibandingkan tahun 2024 dan menjadi yang tertinggi sejak 2019.
Strategi Jangka Panjang: Irigasi, Optimalisasi Lahan, dan Hilirisasi
Untuk menjaga keberlanjutan produksi, pemerintah fokus pada beberapa strategi kunci:
- Perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur irigasi.
- Optimalisasi serta intensifikasi dan ekstensifikasi lahan pertanian.
- Mendorong hilirisasi sektor pertanian yang potensial menciptakan 1,6 juta lapangan kerja baru.
BPS Konfirmasi Tren Penurunan Harga Beras Oktober 2025
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, mengungkapkan bahwa harga beras mulai menunjukkan tren penurunan pada Oktober 2025. Penurunan terjadi di semua tingkat perdagangan:
- Tingkat Penggilingan: Rata-rata turun menjadi Rp 14.439 per kilogram.
- Tingkat Grosir: Harga rata-rata Rp 14.264 per kg, turun 0,18% (bulanan).
- Tingkat Eceran: Harga turun 0,27% menjadi Rp 15.341 per kg.
Meski turun secara bulanan, harga beras secara tahunan masih lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu. Harga beras premium di penggilingan, misalnya, masih naik 4,96% secara tahunan, sementara beras medium naik 6,13%.
Dengan komitmen kuat pemerintah melalui operasi pasar dan proyeksi peningkatan produksi, stabilitas harga beras di level yang terjangkau diharapkan segera terwujud.
Artikel Terkait
Analis Proyeksikan IHSG Berpeluju Lanjutkan Penguatan hingga Level 8.527
OJK Beri Tenggat 2029, Emiten Wajib Genjot Free Float ke 15 Persen
Guncang Pasar, Kuota Batu Bara 2026 Dipangkas Hingga 70 Persen
Pakaian Bekas Ilegal Disita Rp 248 M, Pemerintah Genjarkan Razia di Pelabuhan