Hujan deras mengguyur kawasan Cisarua, Bandung Barat, Sabtu lalu. Di tengah cuaca ekstrem itu, musibah datang menyergap. Sebanyak 23 prajurit Marinir TNI AL yang sedang berlatih menjadi korban tanah longsor. Kabar duka ini baru dikonfirmasi TNI AL tiga hari setelah kejadian.
Kadispenal Laksamana Pertama Tunggul membenarkan peristiwa nahas tersebut. Ia menyampaikan, insiden terjadi saat para prajurit melaksanakan Latihan Pratugas Satgas Pamtas RI-PNG.
"TNI Angkatan Laut membenarkan telah kehilangan 23 Prajurit Jalasena Korps Marinir terbaik yang tertimpa musibah tanah longsor," kata Tunggul kepada wartawan, Selasa (27/1).
Hingga saat pernyataan itu disampaikan, proses pencarian masih berlangsung intensif. Sayangnya, hasilnya belum menggembirakan.
"Dari 23 prajurit yang dinyatakan hilang, baru 4 yang berhasil ditemukan. Keempatnya dalam keadaan meninggal dunia," tambahnya dengan berat hati. "Artinya, masih ada 19 prajurit lainnya yang belum diketemukan."
Rasa prihatin dan belasungkawa yang mendalam disampaikan institusi kepada keluarga yang ditinggalkan. TNI AL juga berjanji memenuhi seluruh hak para almarhum.
"Kami pastikan hak almarhum dan keluarganya dipenuhi sesuai ketentuan. Santunan dan pendampingan akan terus kami berikan," ucap Tunggul menegaskan.
Di sisi lain, upaya evakuasi tak henti digenjot. Cuaca ekstrem dengan hujan tinggi disebut sebagai pemicu longsor di lokasi latihan yang cukup terjal itu. Menurut sejumlah saksi, kondisi medan memang sulit.
Untuk menjangkau titik-titik yang berbahaya, tim gabungan menerjunkan sekitar 200 personel. Mereka dibantu teknologi drone, sensor thermal, dan anjing pelacak. Pencarian dilakukan siang dan malam, meski risiko longsor susulan masih mengancam.
Lebih dari sekadar angka, setiap prajurit yang hilang itu punya cerita. TNI AL menekankan, dedikasi dan pengorbanan mereka adalah wujud nyata loyalitas seorang prajurit. Mereka gugur dalam pengabdian untuk menjaga keutuhan negeri.
Kini, doa dan harapan tertumpu pada tim di lapangan. Semoga yang masih dicari segera ditemukan.
Artikel Terkait
774 Pelanggaran Disiplin Terjadi di Kemenimipas, Bolos Kerja Mendominasi hingga 42 Pegawai Dipecat
Mentan Amran: Capaian Pangan Nasional Tak Lepas dari Peran TNI, Stok Beras Capai Rekor 5,12 Juta Ton
KPK Soroti 27.969 Bidang Tanah di Sulsel Belum Bersertifikat, Rawan Konflik dan Korupsi
Warkop Dg Anas: Meja Kopi Sederhana yang Menjadi Titik Temu Para Legenda Makassar