Hujan deras mengguyur kawasan Cisarua, Bandung Barat, Sabtu lalu. Di tengah cuaca ekstrem itu, musibah datang menyergap. Sebanyak 23 prajurit Marinir TNI AL yang sedang berlatih menjadi korban tanah longsor. Kabar duka ini baru dikonfirmasi TNI AL tiga hari setelah kejadian.
Kadispenal Laksamana Pertama Tunggul membenarkan peristiwa nahas tersebut. Ia menyampaikan, insiden terjadi saat para prajurit melaksanakan Latihan Pratugas Satgas Pamtas RI-PNG.
Hingga saat pernyataan itu disampaikan, proses pencarian masih berlangsung intensif. Sayangnya, hasilnya belum menggembirakan.
Rasa prihatin dan belasungkawa yang mendalam disampaikan institusi kepada keluarga yang ditinggalkan. TNI AL juga berjanji memenuhi seluruh hak para almarhum.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 3,05%, Analis Soroti Support Kunci yang Jebol
Mentan Amran Gelar Ramadan Tanpa Sekat, Bagikan Bantuan ke 500 Penerima
DPR Dorong Sekolah Siapkan Guru Hadapi Pembatasan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Kapolri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Penyiraman Aktivis KontraS