Hujan deras mengguyur kawasan Cisarua, Bandung Barat, Sabtu lalu. Di tengah cuaca ekstrem itu, musibah datang menyergap. Sebanyak 23 prajurit Marinir TNI AL yang sedang berlatih menjadi korban tanah longsor. Kabar duka ini baru dikonfirmasi TNI AL tiga hari setelah kejadian.
Kadispenal Laksamana Pertama Tunggul membenarkan peristiwa nahas tersebut. Ia menyampaikan, insiden terjadi saat para prajurit melaksanakan Latihan Pratugas Satgas Pamtas RI-PNG.
Hingga saat pernyataan itu disampaikan, proses pencarian masih berlangsung intensif. Sayangnya, hasilnya belum menggembirakan.
Rasa prihatin dan belasungkawa yang mendalam disampaikan institusi kepada keluarga yang ditinggalkan. TNI AL juga berjanji memenuhi seluruh hak para almarhum.
Artikel Terkait
Di Balik Pencabutan Izin Pasca Banjir: Wartawan Senior Pertanyakan Agenda Terselubung
Ombak Tiga Meter, Nelayan Semarang Terjepit Antara Risiko dan Isi Perut
Tegang di Selat Taiwan, PM Jepang Ingatkan Aliansi dengan AS Bisa Runtuh
Komisi Yudisial Desak Tambahan Anggaran dan Revisi UU di Hadapan DPR