Di sisi lain, upaya evakuasi tak henti digenjot. Cuaca ekstrem dengan hujan tinggi disebut sebagai pemicu longsor di lokasi latihan yang cukup terjal itu. Menurut sejumlah saksi, kondisi medan memang sulit.
Untuk menjangkau titik-titik yang berbahaya, tim gabungan menerjunkan sekitar 200 personel. Mereka dibantu teknologi drone, sensor thermal, dan anjing pelacak. Pencarian dilakukan siang dan malam, meski risiko longsor susulan masih mengancam.
Lebih dari sekadar angka, setiap prajurit yang hilang itu punya cerita. TNI AL menekankan, dedikasi dan pengorbanan mereka adalah wujud nyata loyalitas seorang prajurit. Mereka gugur dalam pengabdian untuk menjaga keutuhan negeri.
Kini, doa dan harapan tertumpu pada tim di lapangan. Semoga yang masih dicari segera ditemukan.
Artikel Terkait
Anggaran Pasca-Bencana Kosong, Menteri PU Didesak Bentuk Direktorat Khusus
Anggota Polda DIY Dijerat Laporan Pacar Usai Dugaan Cekik dan Seret ke Kamar
TNI Pacu Pemulihan Sumatera, Fokus pada Daerah yang Masih Terpuruk
Dari Harap ke Kecewa: Sebuah Penyesalan untuk Dukungan di Pilpres