Petugas KAI Bergerak di Stasiun Pekalongan Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran

- Senin, 16 Maret 2026 | 00:15 WIB
Petugas KAI Bergerak di Stasiun Pekalongan Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran

TVRINews, Pekalongan

Stasiun Kereta Api Pekalongan ramai bukan main. Suasana mudik Lebaran 2026 terasa begitu kental di sini. Untuk memastikan arus perjalanan tetap lancar, PT KAI mengerahkan petugas Customer Service Mobile (CSM) langsung ke lapangan. Mereka berkeliaran di antara kerumunan penumpang, siap membantu.

Fokusnya jelas: memberikan informasi yang akurat dan menangani keluhan dengan cepat. Di tengah lonjakan pemudik yang membanjiri stasiun, kehadiran mereka seperti penolong di saat kebingungan.

Nia, salah satu petugas CSM yang bertugas, dengan semangat menjelaskan peran mereka. Intinya, mereka adalah ujung tombak pelayanan di lapangan.

“Tugas kami sebagai frontliner itu luas. Mulai dari kasih tahu jadwal kereta, stasiun tujuan, sampai urusan teknis tiket. Kami juga harus ingatkan penumpang biar nggak kelewatan keretanya,” ujar Nia, Minggu (15/3/2026) lalu.

Menurutnya, peran CSM jadi sangat krusial tahun ini. Antusiasme masyarakat untuk mudik pakai kereta ternyata luar biasa tinggi. Nah, dengan situasi seperti ini, masalah pun kerap muncul.

Dari yang sederhana sampai yang cukup rumit. Misalnya, penumpang yang turun di stasiun yang salah. Atau, kendala bahasa yang dialami penumpang asing.

“Lonjakan penumpangnya kan tinggi banget, pasti ada saja keluhannya. Ada yang ketinggalan kereta, atau mau ke Pasar Senin malah turun di Pekalongan. Ya kami bantu carikan solusi, lanjutkan perjalanannya. Pernah juga ada beberapa warga Korea yang kesulitan komunikasi, akhirnya kami dampingi sampai keretanya datang,” ungkap Nia sambil menata rompi seragannya.

Layanan CSM ini sendiri sebenarnya bersifat temporer. Cuma hadir saat periode angkutan lebaran untuk memperkuat layanan reguler yang sudah ada. Supaya lebih efektif, petugasnya tidak diam di loket. Mereka berpatroli aktif di seluruh area stasiun. Tujuannya satu: agar lebih mudah ditemui penumpang yang butuh pertolongan segera.

Di akhir percakapan, Nia punya pesan khusus buat para pemudik. Ia menekankan pentingnya komunikasi. Jangan sungkan bertanya.

“Buat yang mudik naik kereta, saran saya sih gini. Kalau memang bingung, tanya saja. Di sini banyak petugas yang siap bantu. Nggak usah malu atau takut. Kami kan mengedepankan prinsip 7S. Daripada nanti malah terlambat atau ketinggalan kereta, kan sayang,” tutupnya dengan senyum.

Jadi, begitulah suasana di Stasiun Pekalongan. Di balik hiruk-pikuk arus mudik, ada upaya ekstra untuk memastikan perjalanan setiap orang berjalan mulus. Semoga saja.


Penulis: Ricardo Julio | Editor: Redaksi TVRINews

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar