MAKASSAR Akhirnya ada angin segar. Bursa transfer putaran kedua Super League 2025/2026 untuk PSM Makassar, yang sempat terasa mandek, mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Kabar terbaru datang dari lini depan: Juku Eja dikabarkan sudah sepakat dengan striker Persis Solo, Gervane Kastaneer.
Menurut sejumlah saksi di media sosial, salah satunya akun @gosball, negosiasi antara klub dan pemain asal CuraƧao itu sudah mencapai kata sepakat. Tinggal menunggu waktu saja, kalau tak ada halangan, untuk melihatnya mengenakan jersey biru.
Bagi Tomas Trucha, ini bukan sekadar rekrutan biasa. Kastaneer dianggap sebagai jawaban atas masalah serius: lini depan PSM yang belakangan ini terlihat datar dan mudah ditebak.
Kenangan Pahit di Manahan
Nama Kastaneer pasti masih membekas di benak Trucha. Dan itu bukan kenangan yang enak.
Ingat pertandingan sengit 29 November 2025 lalu di Stadion Manahan? Meski PSM menang 4-3, dua gol Kastaneer nyaris menggagalkan kemenangan itu. Kecepatan dan naluri mencetak golnya membuat pertahanan PSM kalang kabut sepanjang pertandingan.
Dari situlah, kata orang dalam klub, pelatih asal Ceko itu mulai benar-benar meliriknya. Bukan tanpa alasan. Dia melihat sendiri ancaman yang dibawa pemain itu.
Lebih Dari Sekadar Angka
Statistik musim ini untuk Persis Solo: 4 gol dan 2 assist dari 13 laga. Jujur saja, angkanya tidak fantastis.
Tapi coba tonton cara dia bermain. Kastaneer bukan penyerang yang cuma berdiri di kotak penalti. Dia aktif, fisiknya kuat, dan suka memprovokasi bek lawan. Karakter semacam inilah yang rasanya kurang di tim Trucha belakangan.
PSM sebenarnya sudah bergerak lebih dulu dengan mendatangkan Luka Cumic. Pemain Serbia setinggi 190 cm itu resmi bergabung akhir Januari lalu, diproyeksikan jadi tandem Alex Tanque. Rekam jejaknya di Eropa Timur cukup bagus, dengan puluhan gol tercipta.
Tapi masalahnya, Cumic saja tidak akan cukup.
Krisis PSM lebih rumit. Serangan mereka terasa kaku, gampang dipatahkan lawan, dan kurang tekanan sejak awal. Butuh sesuatu yang lain.
Di sinilah Kastaneer masuk hitungan.
Profil yang Tepat
Kalau Cumic lebih ke target man, Kastaneer menawarkan mobilitas dan agresivitas yang berbeda. Dia bisa jadi ujung tombak pressing yang selama ini diinginkan Trucha. Kehadirannya bisa membebaskan Tanque, memberi variasi formasi, dan mengurangi ketergantungan berlebihan pada lini tengah.
Intinya, buat PSM, ini bukan cuma soal nambah pemain asing lagi. Ini upaya menyelamatkan musim yang mulai terpuruk.
Kalau transfer ini benar-benar terjadi, setidaknya ada sinyal bahwa manajemen mulai mendengarkan pelatih. Meski agak telat.
Sekarang, semua tergantung pada mereka di ruang direksi. Bisakah langkah ini dituntaskan, atau akan berhenti di tengah jalan seperti sebelumnya?
Di tengah situasi yang tidak menentu, seorang Gervane Kastaneer bisa jadi pembeda antara sekadar bertahan atau benar-benar bangkit.
Artikel Terkait
Chelsea Kalahkan Leeds di Semifinal Piala FA, Calum McFarlane Akhiri Tren Buruk
Mbappe Cedera, Real Madrid Khawatirkan Keikutsertaannya di El Clasico
Persija Jakarta Bangkit, Hajar Persis Solo 4-0 dan Kembali ke Jalur Perebutan Gelar
Bali United Hajar PSM Makassar 2-0, Irfan Jaya Jadi Mimpi Buruk Kampung Halaman