Gencatan senjata di Suriah utara ternyata diperpanjang lagi. Kementerian Pertahanan di Damaskus mengumumkan, kesepakatan antara militer mereka dan pasukan pimpinan Kurdi akan berlanjut untuk 15 hari ke depan. Perpanjangan ini resmi berlaku mulai pukul 23.00 waktu setempat.
Lalu, apa tujuan perpanjangan ini? Menurut laporan Al Jazeera, ada kepentingan operasional Amerika Serikat di baliknya. AS butuh waktu dan ruang aman untuk memindahkan para tahanan ISIS dari fasilitas penahanan yang sebelumnya dikelola Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Kelompok Kurdi itu memang selama ini memegang kendali atas ribuan tahanan itu, dan sekarang situasinya berubah.
Sebelumnya, kesepakatan intinya sebenarnya sudah jelas: integrasi administrasi wilayah Kurdi ke dalam negara. Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa, dan pimpinan SDF, Mazloum Abdi, konon sudah sepakat. Pemerintah pusat di Damaskus akan mengambil alih tanggung jawab yang berat itu, yaitu mengurus para tahanan ISIS.
Perkembangan di lapangan pun terlihat nyata. Seorang jurnalis AFP yang berada di lokasi melaporkan, tentara Suriah sudah memasuki kamp al-Hol yang luas itu pada Rabu lalu. Kedatangan mereka bertepatan dengan mundurnya pasukan Kurdi dari area tersebut.
Kamp al-Hol bukan tempat sembarangan. Di sana, puluhan ribu anggota keluarga terduga ekstremis tinggal dalam kondisi yang memprihatinkan. Sementara itu, nasib ribuan ekstremis ISIS sendiri termasuk banyak warga negara Barat masih terkatung-katung. Mereka ditahan di tujuh penjara berbeda di timur laut Suriah yang dulu dikelola Kurdi. Situasinya rumit dan penuh ketidakpastian.
Kini, dengan masuknya tentara pemerintah, babak baru pengelolaan krisis kemanusiaan dan keamanan ini pun dimulai. Tantangannya tidak kecil, dan dunia pasti akan terus mengawasi.
Artikel Terkait
PSM Makassar Mulai Bangkit di Papan Bawah, Ujian Berat Lawan Bali United Jadi Penentu
PSG Hajar Angers 3-0, Gol Cepat dan Dominasi Penuh Kokohkan Puncak Klasemen Ligue 1
Arsenal Kembali ke Puncak Klasemen Usai Kalahkan Newcastle 1-0 Berkat Gol Cepat Eze
Tim SAR Makassar Cari Perempuan 51 Tahun yang Tersesat di Hutan Palopo