Gencatan senjata di Suriah utara ternyata diperpanjang lagi. Kementerian Pertahanan di Damaskus mengumumkan, kesepakatan antara militer mereka dan pasukan pimpinan Kurdi akan berlanjut untuk 15 hari ke depan. Perpanjangan ini resmi berlaku mulai pukul 23.00 waktu setempat.
Lalu, apa tujuan perpanjangan ini? Menurut laporan Al Jazeera, ada kepentingan operasional Amerika Serikat di baliknya. AS butuh waktu dan ruang aman untuk memindahkan para tahanan ISIS dari fasilitas penahanan yang sebelumnya dikelola Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Kelompok Kurdi itu memang selama ini memegang kendali atas ribuan tahanan itu, dan sekarang situasinya berubah.
Sebelumnya, kesepakatan intinya sebenarnya sudah jelas: integrasi administrasi wilayah Kurdi ke dalam negara. Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa, dan pimpinan SDF, Mazloum Abdi, konon sudah sepakat. Pemerintah pusat di Damaskus akan mengambil alih tanggung jawab yang berat itu, yaitu mengurus para tahanan ISIS.
Artikel Terkait
Polemik Gaji Guru: Tanggapan P2G Bantah Klaim Ferry Irwandi
Trump Ancam Kanada dengan Tarif 100 Persen Jika Dekat dengan China
Trump Bentuk Dewan Perdamaian Gaza: Solusi atau Jebakan bagi Palestina?
Tragedi di Gunung Tidar: Pohon Tumbang Tewaskan Peziarah, Empat Lainnya Terluka