Perkembangan di lapangan pun terlihat nyata. Seorang jurnalis AFP yang berada di lokasi melaporkan, tentara Suriah sudah memasuki kamp al-Hol yang luas itu pada Rabu lalu. Kedatangan mereka bertepatan dengan mundurnya pasukan Kurdi dari area tersebut.
Kamp al-Hol bukan tempat sembarangan. Di sana, puluhan ribu anggota keluarga terduga ekstremis tinggal dalam kondisi yang memprihatinkan. Sementara itu, nasib ribuan ekstremis ISIS sendiri termasuk banyak warga negara Barat masih terkatung-katung. Mereka ditahan di tujuh penjara berbeda di timur laut Suriah yang dulu dikelola Kurdi. Situasinya rumit dan penuh ketidakpastian.
Kini, dengan masuknya tentara pemerintah, babak baru pengelolaan krisis kemanusiaan dan keamanan ini pun dimulai. Tantangannya tidak kecil, dan dunia pasti akan terus mengawasi.
Artikel Terkait
Potret Pahit Pendidikan Indonesia: Skor TKA 2025 Buka Mata dan Jurang Antardaerah
Buku Hijau di Toko Itu Membawanya Menuju Syahadat
Jakarta Timur Paling Parah, 15 RT Masih Terendam Banjir
Hologram Jadi Tameng Terakhir Melawan Ijazah Palsu