Di tengah situasi Timur Tengah yang masih memanas, Presiden Prabowo Subianto punya pesan tegas: keselamatan jemaah haji Indonesia adalah yang utama. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat berbincang dengan para wartawan di sekitar Istana Kepresidenan, Selasa lalu.
“Pesan Presiden cuma satu,” kata Dahnil, menegaskan. Fokus beliau cuma ingin memastikan jamaah kita selamat. Titik. Itu yang paling krusial.
Karena itu, pemerintah sekarang sedang sibuk menyiapkan berbagai skenario untuk ibadah haji yang rencananya dimulai April nanti. Semua opsi diletakkan di meja, dengan satu orientasi pokok: melindungi warga negara Indonesia yang akan berangkat.
Menurut Dahnil, perkembangan konflik di kawasan itu terus dipantau ketat. Kalau situasinya membaik dan dinilai aman, maka kloter pertama akan berangkat pada 22 April. “Tapi arahan Presiden jelas,” sambungnya. Semua kondisi harus diantisipasi, semua skenario harus disiapkan. Tidak ada yang boleh dianggap remeh.
Di sisi lain, koordinasi antar kementerian juga digeber. Rapat-rapat intensif digelar untuk mengantisipasi segala kemungkinan. Bahkan, DPR akan dilibatkan dalam pembahasan jika ancaman terhadap jemaah dinilai serius.
Artikel Terkait
Menko Infrastruktur AHY Perintahkan PU Kerja Pagi-Siang-Malam Siapkan Jalan untuk Mudik 2026
Gus Yaqut Absen Sidang Praperadilan, Kuasa Hukum Bantah Prosedur Penetapan Tersangka
Transisi Energi Indonesia Butuh Investasi Rp3.000 Triliun, Realisasi Dana Baru 18%
Harga Daging Sapi Tembus Rp150 Ribu, Melampaui HET Jelang Lebaran