Wamentan Minta Sapi Betina Produktif Tidak Dipotong Saat Idul Adha Demi Jaga Populasi Ternak Nasional

- Sabtu, 25 April 2026 | 16:05 WIB
Wamentan Minta Sapi Betina Produktif Tidak Dipotong Saat Idul Adha Demi Jaga Populasi Ternak Nasional

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, punya pesan tegas buat para peternak dan masyarakat luas. Menjelang Idul Adha, dia minta jangan sampai ada yang memotong sapi betina yang masih produktif. Alasannya? Ini soal menjaga populasi ternak nasional, katanya.

Pernyataan itu disampaikan Sudaryono saat menghadiri Kontes Sapi APPSI di Wonosobo, Jawa Tengah, pada Sabtu kemarin, 25 April 2026. Di acara yang cukup ramai itu, dia menekankan satu hal: pemotongan sapi betina bisa jadi batu sandungan buat upaya kita meningkatkan jumlah sapi di dalam negeri. Agak ironis memang, kalau di momen kurban malah mengurangi populasi.

"Menjelang Idul Adha, tolong jangan dipotong sapi betinanya. Yang dipotong adalah sapi pejantannya," ujarnya.

Nah, kenapa sih ini penting banget? Menurut Sudaryono, salah satu penyebab Indonesia masih impor daging dan susu itu ya karena populasi sapi hidup kita belum cukup. Jumlahnya masih kalah sama kebutuhan. Jadi, sapi betina yang masih produktif itu aset. Harus dijaga betul.

"Kenapa kita masih impor? Karena populasi sapi hidup kita lebih sedikit dibanding kebutuhan. Maka betinanya harus dijaga," katanya lagi.

Di sisi lain, dia juga mengingatkan para peternak soal kesehatan ternak. Jangan sampai lengah. Vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) itu penting, katanya. Hitung-hitungannya sederhana: biaya vaksin jauh lebih kecil dibanding nilai ekonomi seekor sapi.

"Satu vaksin harganya sekitar Rp 25 ribu. Dibandingkan sapi yang nilainya bisa puluhan hingga ratusan juta, itu sangat kecil," jelasnya.

Dia juga mendorong peternak untuk lebih mandiri. Jangan cuma mengandalkan bantuan dari pemerintah. Harus aktif juga melakukan pencegahan penyakit sendiri. Mandiri itu kunci, kurang lebih begitu pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, Sudaryono juga menyoroti peran pemerintah daerah. Dia minta mereka lebih perhatian sama kebutuhan peternak. Mulai dari perbaikan kandang, sampai dukungan teknis lainnya. Jangan cuma seremoni doang.

"Kalau ada masalah di kandang atau kebutuhan lain, tolong disampaikan. Kita ingin setelah acara ini ada perbaikan nyata," katanya.

Menurutnya, sektor peternakan ini punya peluang yang sangat besar. Apalagi dengan meningkatnya kebutuhan protein hewani di masyarakat. Dia ngajak para pelaku usaha untuk nggak cuma fokus di penggemukan sapi potong. Coba kembangkan juga sapi perah.

"Sekarang susunya pasti laku, dagingnya pasti laku. Ini peluang besar untuk investasi di peternakan," imbuhnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar