Nah, terkait kasus Lula, polisi mengaku menemukan barang bukti yang diduga adalah tabung Whip Pink di TKP. Semua barang bukti itu sudah dikirim ke Labfor Bareskrim Polri untuk diteliti lebih lanjut.
"Ini tidak bisa disampaikan secara sepotong-sepotong. Penyidik sedang bekerja, kami mohon waktu," tegas Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo dari Polda Metro Jaya, Senin kemarin.
Dia menegaskan, hasil lab nanti akan disampaikan langsung oleh ahlinya. Tujuannya jelas, biar tidak ada informasi yang simpang siur.
Sebelumnya, seperti diketahui, Lula ditemukan meninggal di Apartemen Essence Dharmawangsa. Pihak klinik di Depok menyebut penyebab kematiannya adalah henti jantung mendadak atau sudden cardiac arrest. Tapi apa pemicu henti jantung itu? Di sinilah penyelidikan masih berjalan.
Semua mata kini menunggu hasil uji laboratorium. Sementara itu, cerita tentang bahaya 'nge-Whip' jadi peringatan kelam. Benda yang tampak biasa, bisa berubah jadi petaka.
Artikel Terkait
Fatih Karagümrük Kalahkan Fenerbahçe 2-0 dalam Kejutan Süper Lig
Pegawai Bulog Tewas Dibacok di Tulang Bawang, Dua Pelaku Diburu Polisi
Presiden Prabowo Minta Pejabat Tak Gelar Open House Mewah Menjelang Lebaran 2026
Tim Hukum RRT Bubar, Roy Suryo dan Tifa Bentuk Advokat Baru Troya