Nah, terkait kasus Lula, polisi mengaku menemukan barang bukti yang diduga adalah tabung Whip Pink di TKP. Semua barang bukti itu sudah dikirim ke Labfor Bareskrim Polri untuk diteliti lebih lanjut.
"Ini tidak bisa disampaikan secara sepotong-sepotong. Penyidik sedang bekerja, kami mohon waktu," tegas Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo dari Polda Metro Jaya, Senin kemarin.
Dia menegaskan, hasil lab nanti akan disampaikan langsung oleh ahlinya. Tujuannya jelas, biar tidak ada informasi yang simpang siur.
Sebelumnya, seperti diketahui, Lula ditemukan meninggal di Apartemen Essence Dharmawangsa. Pihak klinik di Depok menyebut penyebab kematiannya adalah henti jantung mendadak atau sudden cardiac arrest. Tapi apa pemicu henti jantung itu? Di sinilah penyelidikan masih berjalan.
Semua mata kini menunggu hasil uji laboratorium. Sementara itu, cerita tentang bahaya 'nge-Whip' jadi peringatan kelam. Benda yang tampak biasa, bisa berubah jadi petaka.
Artikel Terkait
Tiga Dekade Jualan Es Gabus di Kemayoran, Kini Sudrajat Pulang Karena Trauma
Ketua GP Ansor Bondowoso Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Dana Seragam Rp1,2 Miliar
Islamic Centre Bekasi Terbengkalai 14 Tahun, Beralih Jadi Tempat Angker
Gubernur Jabar Soroti Penembakan Macan Tutul di Sanggabuana, Pelaku Diamankan