Kematian mendadak selebgram Lula Lahfah masih jadi misteri. Polisi terus memeriksa saksi-saksi, berusaha mengungkap apa yang sebenarnya terjadi pada perempuan 26 tahun itu di apartemennya, Jumat lalu. Namun begitu, perhatian publik justru banyak tertuju pada satu benda: tabung Whip Pink.
Di media sosial, benda itu ramai dikait-kaitkan dengan tragedi tersebut. Whip Pink, ya, tabung gas kecil berisi nitrous oxide atau gas tawa yang biasa dipakai buat bikin krim kocok. Dijual bebas untuk keperluan dapur. Tapi di tangan yang salah, fungsinya bisa berubah total. Dari alat masak jadi alat untuk 'nge-fly'.
Istilahnya 'nge-Whip'. Caranya dengan menghirup gas N2O itu langsung. Bisa dibilang mirip kayak 'ngelem' pakai Aibon, cuma kemasannya lebih wah, kelas atas. Sensasinya? Euforia, rasa nyaman yang menipu. Tapi di balik itu, ancamannya nyata dan serius.
Menurut penjelasan dr. Erlina Burhan, dokter spesialis paru, bahayanya bukan main. Produk seperti itu bisa mengandung zat psikoaktif berbahaya semacam Piperazine dan Catinone. Efeknya gak cuma bikin melayang.
"Dalam dosis yang berlebihan, jantung bisa kehilangan kendali irama dan berhenti berdetak secara mendadak," ujarnya.
Dia bilang, dampak paling fatal itu menyerang sistem kardiovaskular. Risiko gangguan irama jantung atau aritmia sangat tinggi. Paru-paru juga kena imbasnya. Dan kalau diterusin, ya kecanduan. Bahkan otak bisa rusak, cara berpikir jadi kacau.
Artikel Terkait
Tiga Dekade Jualan Es Gabus di Kemayoran, Kini Sudrajat Pulang Karena Trauma
Ketua GP Ansor Bondowoso Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Dana Seragam Rp1,2 Miliar
Islamic Centre Bekasi Terbengkalai 14 Tahun, Beralih Jadi Tempat Angker
Gubernur Jabar Soroti Penembakan Macan Tutul di Sanggabuana, Pelaku Diamankan