Namun begitu, ada satu hal yang mungkin jadi batu sandungan besar: waktu. Masa jabatan presiden AS cuma empat tahun. Artinya, bagi Trump, waktu yang tersisa tinggal sekitar tiga tahun, dengan masa efektif mungkin cuma dua setengah tahun.
Dengan kerangka waktu yang sempit itu, masa depan Board of Piece ini suram. Badan ini kemungkinan besar akan cepat kehilangan tenaga dan akhirnya hilang begitu saja, terutama jika Pilpres AS 2028 dimenangkan oleh kandidat dari Partai Demokrat.
Singkatnya, ini adalah sebuah manuver yang ambisius tapi rapuh. Seperti istana pasir yang dibangun tepat di tepi ombak.
-Pega Aji Sitama-
Artikel Terkait
Lasarus Ingatkan Menteri PU: Perbaikan Infrastruktur Pascabencana Harus Komprehensif, Bukan Sekadar Tambal Sulam
Gempa 5,5 Magnitudo Guncang Pacitan, Getaran Terasa Hingga Semarang
Aparat Minta Maaf, Es Kue Viral Ternyata Bukan Spons
Prabowo Masuk Arena: Diplomasi Indonesia di Papan Catur Perdamaian Trump