"Saya sendiri penggemar karbohidrat. Tapi saya pastikan karbohidrat yang saya makan mengandung serat. Ini bikin kita kenyang lebih lama, sekaligus mencegah turunnya energi dan mood yang naik-turun. Dua hal yang pasti ingin kita hindari saat sedang di perjalanan," ungkap ahli gizi lain, Maddie Pasquariello.
Benar juga. Karena dicerna lebih lambat, serat memang bikin perut terasa penuh lebih lama.
Masalah lain yang sering muncul adalah sembelit. Ya, kurang serat bisa bikin pencernaan macet. Serat punya peran besar di sini: ia menambah massa tinja dan mendorongnya bergerak melalui usus.
Makanan seperti oat dan kacang-kacangan, misalnya, bisa menyerap air dan melunakkan kotoran.
"Sedangkan serat tidak larut yang banyak ditemukan dalam biji-bijian utuh dan sayuran ia bekerja seperti sapu. Membersihkan dan menjaga proses pencernaan agar tetap lancar," tambah Manaker.
Belum selesai. Serat juga jadi makanan untuk bakteri baik di usus. Ini penting untuk mendukung mikrobioma usus yang beragam, yang ujung-ujungnya berkaitan dengan daya tahan tubuh kita.
Namun begitu, Manaker mengingatkan. Bagi yang belum terbiasa makan banyak serat, mulailah dengan perlahan. Tingkatkan asupannya secara bertahap, jangan sekaligus.
Artikel Terkait
IHSG Melemah 0,37%, Analis Soroti Potensi Koreksi dan Peluang Penguatan
BSI Gelar Festival Ramadan di Makassar, Tawarkan Diskon Umrah hingga DP 0% Kendaraan
IJTI Peringatkan Perjanjian Dagang RI-AS Ancam Media Nasional
Pembentukan DOB Luwu Raya Tertunda, Tunggu Regulasi dan Keputusan Pusat