Serat: Penyelamat Tubuh Saat Perjalanan Panjang dan Makan di Luar

- Senin, 26 Januari 2026 | 15:25 WIB
Serat: Penyelamat Tubuh Saat Perjalanan Panjang dan Makan di Luar

Jakarta – Perjalanan jauh plus makan di luar terus-terusan? Bisa-bisa badan malah jadi nggak enak. Dan ini bukan tanpa alasan.

Menurut laporan Eating Well akhir pekan lalu, saat kita sedang dalam perjalanan, urusan nutrisi seringkali terabaikan. Akibatnya? Tubuh gampang lelah, rasanya begah, bahkan sampai mengalami sembelit. Semua itu bisa terjadi.

Nah, menurut ahli gizi Lauren Manaker, salah satu biang keroknya adalah kurangnya asupan serat.

"Serat itu penting banget saat bepergian. Fungsinya membantu tubuh tetap seimbang meski rutinitas sehari-hari berantakan," jelas Manaker.

Target konsumsi serat harian untuk orang dewasa, seperti yang dijelaskan National Institutes of Health (NIH), berkisar antara 25 sampai 38 gram. Tentu saja angka ini menyesuaikan usia dan jenis kelamin.

Tapi, coba deh diingat-ingat. Saat sedang keliling kota atau terbang ke luar kota, apakah target itu tercapai? Seringnya sih nggak. Kita jadi jauh dari makanan rumahan yang biasa dikonsumsi.

Di sisi lain, peran serat ternyata krusial untuk menjaga kestabilan gula darah. Fluktuasi gula darah itu hal yang lumrah terjadi saat bepergian. Jadwal makan biasa kacau, akhirnya kita lebih sering mengandalkan camilan atau sajian restoran apalagi di hari-hari sibuk penuh penerbangan atau perjalanan darat panjang.

Untungnya, serat bisa meredam lonjakan gula darah yang biasanya muncul setelah kita mengonsumsi karbohidrat.


Halaman:

Komentar