harap Pram.
Pengerukan kali bukan satu-satunya senjata. Pramono juga menyebut sudah memerintahkan operasi modifikasi cuaca atau OMC. Langkah tambahan ini diharapkan bisa menekan potensi hujan ekstrem yang biasanya bikin situasi makin runyam.
Di sisi lain, Pramono menegaskan bahwa pengerukan di Jakarta ini memang pekerjaan yang tiada henti. Ada keterbatasan mendasar: daerah tangkapan air atau catchment area di Ibu Kota terbatas. Akibatnya, kemampuan Jakarta menampung air hujan maksimal cuma sekitar 150 milimeter per hari, meski sungai-sungainya sudah dikeruk secara berkala.
“Sehingga dengan demikian kalau tanggal 12, 18, 22 kemarin karena tanggal 22 sebenarnya average-nya kurang lebih 150 (mm) tapi 8 jam, dan kemudian ada pengiriman juga dari hulu. Sehingga dengan demikian pengerukan dilakukan terus-menerus,”
jelasnya.
Nah, untuk penanganan jangka menengah, pemerintah provinsi punya rencana lain. Mereka akan menormalisasi tiga kali utama: Kali Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Cakung Lama. Proyek ini diharapkan bisa memperbaiki sistem drainase Jakarta secara lebih permanen.
“Kalau yang Ciliwung sudah segera dimulai dengan pemerintah pusat dengan PU, untuk membuat apa, tanggul dan sebagainya,”
pungkas Gubernur mengakhiri peninjauannya.
Artikel Terkait
Longsor di Pemalang Tewaskan Anak, Ayah Masih Dicari di Tengah Cuaca Ekstrem
Menteri Kesehatan Minta Rp 529 Miliar untuk Bangkitkan Faskes Aceh-Sumatera
Anggota DPR Tagih Janji Prabowonomics: Publik Masih Tunggu Bukti Nyata
Gus Alex Kembali Diperiksa KPK, Kasus Kuota Haji Mencuat