Khaby Lame Cetak Sejarah: Kesepakatan Rp 15,1 Triliun Ubah Status Raja TikTok Jadi Konglomerat Digital

- Minggu, 25 Januari 2026 | 17:20 WIB
Khaby Lame Cetak Sejarah: Kesepakatan Rp 15,1 Triliun Ubah Status Raja TikTok Jadi Konglomerat Digital

Khaby Lame, sosok yang namanya melejit berkat TikTok, baru saja mencatatkan kesepakatan bisnis yang luar biasa. Nilainya? Sekitar 900 juta dolar AS, atau kalau dirupiahkan, tembus Rp 15,1 triliun. Ini bukan angka main-main. Bagi dunia kreator digital, langkah monetisasi sebesar ini jelas sebuah pencapaian bersejarah.

Menurut sejumlah sumber, transaksi monumental ini resmi ditandatangani bersama Rich Sparkle Holdings. Perusahaan asal Hong Kong yang tercatat di bursa AS itu mengumumkan penyelesaiannya pada 23 Januari 2026. Bisa dibilang, ini salah satu deal terbesar yang pernah dilakukan oleh seorang kreator media sosial.

Inti dari kesepakatan ini adalah akuisisi perusahaan operasional Khaby, Step Distinctive Limited, oleh Rich Sparkle. Namun begitu, ini lebih dari sekadar pembelian. Ini adalah kemitraan strategis jangka panjang. Mereka punya target ambisius: mendongkrak penjualan tahunan hingga lebih dari 4 miliar dolar AS. Caranya? Melalui beragam saluran, mulai dari live commerce, konten video pendek, kerja sama merek, sampai pemanfaatan teknologi AI Digital Twin.

Yang menarik, posisi Khaby Lame di sini sangat kuat. Ia akan menjadi pemegang saham pengendali. Artinya, pengaruhnya yang masif itu tidak lagi sekadar angka di media sosial, tapi telah bertransformasi menjadi aset ekuitas inti yang bernilai nyata.

Untuk jangka waktu awal 36 bulan ke depan, Rich Sparkle memegang hak eksklusif mengelola seluruh operasi komersial Khaby Lame secara global. Mulai dari urusan kemitraan, dukungan merek, hingga e-commerce, semuanya akan dihandle oleh mereka.

Dalam pernyataannya, pihak Rich Sparkle tampak sangat optimis.

"Ini bukan cuma akuisisi biasa. Ini adalah revolusi model e-commerce konten global. Kami akan menyatukan pengaruh global Khaby Lame dengan kemampuan operasional e-commerce terindustrialisasi yang sudah kami buktikan di pasar Tiongkok. Kombinasi antara platform perusahaan yang terdaftar di AS, kekayaan intelektual konten global teratas, dan rantai pasokan utama akan menciptakan nilai yang benar-benar baru bagi para pemegang saham," begitu kira-kira penjelasan mereka.


Halaman:

Komentar