Namun begitu, situasi terparah justru terjadi di seberang kota. Jakarta Timur masih menanggung beban terbesar dengan 15 RT yang terendam. Kawasan seperti Bidara Cina dan Kampung Melayu paling menderita, dengan ketinggian air yang fantastis, mencapai 110 hingga 140 sentimeter. Ciliwung yang meluap ditambah hujan tinggi menjadi biang keroknya. Sementara itu, di Cawang dan Cililitan, genangan relatif rendah, sekitar 20 cm, meski tetap mengganggu.
Jakarta Utara juga tak sepenuhnya lolos. Satu RT di Kapuk Muara masih terendam air setinggi 40 cm akibat curah hujan yang tinggi.
Dampak nyatanya, ratusan warga terpaksa mengungsi. Mereka mencari perlindungan di sejumlah titik pengungsian yang disiapkan. Di Jakarta Barat, warga Rawa Buaya, Kembangan, dan Duri Kosambi memadati sejumlah masjid, musala, balai warga, bahkan beberapa sekolah dasar. SDN 07 Rawa Buaya, contohnya, menampung tidak kurang dari 230 jiwa dari 65 kepala keluarga.
Kondisi serupa terlihat di timur. Aula kelurahan, gedung serbaguna, masjid, dan sekolah di daerah Cawang, Bidara Cina, serta Kampung Melayu dipenuhi pengungsi. SDN Kampung Melayu 01 dan 02 menjadi tempat berlindung sementara bagi 250 jiwa.
Di utara, warga Kapuk Muara berkumpul di sekitar Gang Masjid Nurul Jannah. Sementara petugas terus berjaga dan memantau perkembangan kondisi, harapan semua pihak tentu agar air cepat surut dan warga bisa kembali ke rumah masing-masing.
Artikel Terkait
Moving: Drama Superhero Korea yang Curi Perhatian dan Raih Daesang
Korban Penjambretan di Sleman Berbalik Jadi Tersangka Usai Kejar Pelaku
Dahlan Iskan Ungkap Kerugian Rp2 Triliun Akibat Guncangan Harga Batu Bara
Potret Pahit Pendidikan Indonesia: Skor TKA 2025 Buka Mata dan Jurang Antardaerah