Mooncake di Imlek 2026: Simbol Kebersamaan yang Lahir dari Pemberontakan Rahasia

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 13:30 WIB
Mooncake di Imlek 2026: Simbol Kebersamaan yang Lahir dari Pemberontakan Rahasia

Awalnya, tradisi makan kue bulan ini terkait dengan Festival Pertengahan Musim Gugur. Masyarakat Tionghoa merayakan bulan purnama sebagai lambang kebersamaan dan rasa syukur atas panen. Persembahannya dulu sederhana, cuma buah-buahan seperti apel atau anggur plus dupa. Ritual ini sudah berlangsung sejak ribuan tahun sebelum Masehi.

Seiring waktu, mooncake menggantikan persembahan sederhana itu. Tradisinya lalu menyebar ke mana-mana, termasuk ke Indonesia, dan bertahan kuat hingga Imlek 2026 nanti.

Isi dan Kulitnya Bervariasi

Isian tradisional mooncake punya beberapa jenis utama. Pasta biji lotus dianggap yang paling mewah dan bernilai tinggi. Lalu ada pasta kacang manis, biasanya dari kacang azuki atau kacang hijau. Ada juga pasta jujube yang rasanya manis asam, dan ‘five kernel’ yang isinya campuran lima jenis kacang serta biji-bijian.

Kulitnya juga beragam. Ada yang kenyal, ada yang berlapis-lapis renyah ala Suzhou, dan ada yang lebih lembut. Gaya pembuatannya pun berbeda-beda tiap daerah. Gaya Kanton yang mendunia, gaya Beijing yang renyah, atau gaya Yunnan yang lebih manis.

Sekarang, inovasinya makin kreatif. Sudah ada mooncake rasa keju, abon ayam, tiramisu, bahkan es krim. Semua itu tetap dicari, terutama saat mendekati Imlek.

Keberadaannya di Indonesia

Mooncake masuk ke Indonesia seiring dengan gelombang imigran Tionghoa. Di Semarang, misalnya, mooncake gaya Kanton dan Suzhou sudah jadi legenda, dijual oleh restoran dan toko kue ternama. Yang menarik, di sini mooncake beradaptasi jadi pia sebutan yang berasal dari dialek Hokkian.

Contohnya bakpia Pathok dari Yogyakarta atau pia khas Malang. Itu semua turunan dari mooncake gaya Suzhou dan Tiociu. Kulitnya lebih berlapis dan renyah. Dulu pakai lemak babi, sekarang sudah disesuaikan dengan selera lokal. Jadi, dalam perayaan seperti Imlek 2026, mooncake dan pia ini adalah bukti akulturasi yang memperkaya kuliner Nusantara.

Intinya, mooncake di Imlek 2026 bukan cuma kue biasa. Dia adalah alat perekat hubungan keluarga, sering dijadikan hantaran yang bermakna doa rezeki dan kebahagiaan. Secara ekonomi, proses pembuatannya yang rumit juga memberi nilai tambah dan berkah bagi para perajinnya.

Memang, kita sekarang tidak lagi hidup bergantung pada panen. Tapi rasa syukur dan kebersamaan yang diwakili mooncake tetap relevan. Kue ini telah melintasi zaman dan batas geografi, menjadi simbol budaya yang hidup. Saat Imlek 2026 dirayakan, mooncake mengingatkan kita bahwa tradisi dan sejarah selalu berjalan beriringan dengan hangatnya kebersamaan.


Halaman:

Komentar