Pagi Jumat yang cerah di Bogor, Wamendagri Bima Arya Sugiarto menggelar pertemuan persiapan di pendopo kediamannya. Agenda utamanya? Membahas APCAT Summit 2026 yang bakal digelar di Jakarta dua tahun mendatang. Ruang pertemuan itu dipenuhi diskusi serius, namun juga terasa semangatnya.
“Pagi ini pertemuan dengan teman-teman APCAT,” ujar Bima, membuka penjelasannya.
“Ini adalah aliansi kepala daerah Asia Pasifik, di mana saya masih menjadi ketuanya. Intinya pertama terkait dengan rencana penyelenggaraan conference pada hari Minggu dan hari Senin di Jakarta.”
Bima menerangkan, APCAT bukan sekadar forum biasa. Aliansi ini mempertemukan para pemimpin daerah se-kawasan Asia Pasifik dengan satu fokus utama: memperkuat peran pemerintah daerah dalam isu kesehatan dan pembangunan. Dua hal yang kerap jadi perhatian mereka adalah pengendalian tembakau dan pencegahan penyakit tidak menular. Isu-isu yang dampaknya langsung terasa di tingkat akar rumput.
Namun begitu, pertemuan di Bogor itu tak cuma membahas teknis acara. Ada hal penting lain yang mengemuka, yaitu soal regenerasi kepemimpinan. Tujuannya jelas, agar komitmen organisasi tetap terjaga dan tidak mandek.
“Di sana akan ada regenerasi pemilihan ketua baru,” jelasnya lebih lanjut.
“Ini untuk tetap menjaga konsistensi dari pengendalian tembakau dan juga pencegahan penyakit tidak menular.”
Artikel Terkait
Jakarta Tenggelam: 85 RT dan 15 Ruas Jalan Terendam, Air di Pejaten Timur Tembus 2 Meter
Waspada, Jabar Siaga Hadapi Hujan Lebat dan Angin Kencang Sepekan ke Depan
Hujan Deras Picu Status Siaga di Sejumlah Pintu Air Jabodetabek
Gedung Pemerintah Aceh Tamiang Bangkit, Berkat Tenaga Praja IPDN