Dito Ariotedjo Buka Suara soal Asal-Usul Kuota Haji Tambahan Usai Diperiksa KPK

- Jumat, 23 Januari 2026 | 20:48 WIB
Dito Ariotedjo Buka Suara soal Asal-Usul Kuota Haji Tambahan Usai Diperiksa KPK

KPK punya alasan tersendiri saat memanggil mantan Menpora Dito Ariotedjo untuk diperiksa. Kasusnya, ya soal dugaan korupsi kuota haji itu. Intinya, penyidik ingin tahu lebih dalam asal-usul kuota tambahan yang jadi pangkal masalah.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan hal itu. "Penyidik memang sedang mendalami dari mana asal pemberian tambahan kuota ibadah haji dari Pemerintah Arab Saudi ke Indonesia," katanya kepada awak media, Jumat lalu.

Menurut Budi, Dito dianggap punya informasi soal itu. Kenapa? Karena dia ikut dalam rombongan Presiden Jokowi ke Arab Saudi waktu itu. Dari pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Saudi, Muhammad bin Salman (MBS), kuota tambahan itulah yang kemudian muncul. "Kami lihat Pak Dito bisa menerangkan apa yang dibutuhkan penyidik. Dia ikut berangkat ke sana bersama rombongan pemerintah," jelas Budi. Harapannya, keterangan Dito bisa memberi kejelasan lebih dalam kasus yang berbelit ini.

Bagaimana dengan Jokowi?

Nah, kalau Dito sudah diperiksa, apakah Presiden Jokowi juga akan dipanggil? Pertanyaan ini mengemuka. Budi menjawab dengan hati-hati. "Soal pemanggilan saksi, siapa pun itu, tentu berdasarkan kebutuhan penyidik. Nanti kami akan terus update saksi-saksi yang akan dimintai keterangan," ujarnya. Tidak ada kepastian, tapi juga tidak menutup kemungkinan.

Cerita Dito Setelah 3 Jam Diperiksa

Usai menjalani pemeriksaan sekitar tiga jam, Dito keluar dan bercerita. Dia mengaku ditanya detail soal kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Arab Saudi pada 2023 silam. Kunjungan itulah yang konon menghasilkan tambahan kuota haji yang sekarang jadi sorotan.

"Secara garis besar, yang ditanyakan lebih detail ya soal kunjungan kerja ke Arab Saudi. Waktu itu saya mendampingi Bapak Presiden Jokowi dan tadi saya sudah ceritakan semuanya," kata Dito. Menurutnya, kunker itu bertujuan menghadiri forum internasional dan menjalin kerja sama bilateral.

Momen Makan Siang dengan MBS

Dito lalu bercerita lebih rinci. Pertemuan bilateral antara Jokowi dan Pangeran MBS memang fokusnya kerja sama olahraga. Bahkan, ada MoU yang ditandatangani. "Ini MoU-nya tadi saya bawa," ujarnya sambil menunjukkan dokumen berbahasa Arab ke wartawan. "Untuk Kemenpora. Tapi tidak hanya itu, ada beberapa kementerian lain juga."


Halaman:

Komentar