KPK punya alasan tersendiri saat memanggil mantan Menpora Dito Ariotedjo untuk diperiksa. Kasusnya, ya soal dugaan korupsi kuota haji itu. Intinya, penyidik ingin tahu lebih dalam asal-usul kuota tambahan yang jadi pangkal masalah.
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan hal itu. "Penyidik memang sedang mendalami dari mana asal pemberian tambahan kuota ibadah haji dari Pemerintah Arab Saudi ke Indonesia," katanya kepada awak media, Jumat lalu.
Menurut Budi, Dito dianggap punya informasi soal itu. Kenapa? Karena dia ikut dalam rombongan Presiden Jokowi ke Arab Saudi waktu itu. Dari pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Saudi, Muhammad bin Salman (MBS), kuota tambahan itulah yang kemudian muncul. "Kami lihat Pak Dito bisa menerangkan apa yang dibutuhkan penyidik. Dia ikut berangkat ke sana bersama rombongan pemerintah," jelas Budi. Harapannya, keterangan Dito bisa memberi kejelasan lebih dalam kasus yang berbelit ini.
Bagaimana dengan Jokowi?
Nah, kalau Dito sudah diperiksa, apakah Presiden Jokowi juga akan dipanggil? Pertanyaan ini mengemuka. Budi menjawab dengan hati-hati. "Soal pemanggilan saksi, siapa pun itu, tentu berdasarkan kebutuhan penyidik. Nanti kami akan terus update saksi-saksi yang akan dimintai keterangan," ujarnya. Tidak ada kepastian, tapi juga tidak menutup kemungkinan.
Cerita Dito Setelah 3 Jam Diperiksa
Usai menjalani pemeriksaan sekitar tiga jam, Dito keluar dan bercerita. Dia mengaku ditanya detail soal kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Arab Saudi pada 2023 silam. Kunjungan itulah yang konon menghasilkan tambahan kuota haji yang sekarang jadi sorotan.
"Secara garis besar, yang ditanyakan lebih detail ya soal kunjungan kerja ke Arab Saudi. Waktu itu saya mendampingi Bapak Presiden Jokowi dan tadi saya sudah ceritakan semuanya," kata Dito. Menurutnya, kunker itu bertujuan menghadiri forum internasional dan menjalin kerja sama bilateral.
Momen Makan Siang dengan MBS
Dito lalu bercerita lebih rinci. Pertemuan bilateral antara Jokowi dan Pangeran MBS memang fokusnya kerja sama olahraga. Bahkan, ada MoU yang ditandatangani. "Ini MoU-nya tadi saya bawa," ujarnya sambil menunjukkan dokumen berbahasa Arab ke wartawan. "Untuk Kemenpora. Tapi tidak hanya itu, ada beberapa kementerian lain juga."
Tapi pembicaraan ternyata lebih luas dari itu. "Setelah makan siang, saya ingat betul, Perdana Menteri (MBS) menawarkan bantuan ke Indonesia," lanjut Dito.
Jokowi, menurut ingatannya, menyampaikan sejumlah permintaan. Mulai dari investasi, Ibu Kota Nusantara (IKN), sampai urusan penyelenggaraan haji. "Seingat saya, itu bagian dari pembicaraan lagi makan siang. Sebenarnya bukan kuota spesifik, tapi pelayanan haji. Soalnya kan haji kita butuh banyak kuota," ungkapnya.
Dari situlah, Indonesia kemudian dapat tambahan kuota haji 20 ribu. "Itu yang disampaikan Bapak Presiden. Dan saya ingat, Pangeran MBS waktu itu semangat untuk menindaklanjuti semuanya," katanya.
Pertanyaan Singkat Soal Mertua
Selain soal kunker, Dito juga mengaku ditanya tentang Fuad Hasan Masyhur, pemilik travel haji Maktour yang kini dicegah ke luar negeri. Fuad Hasan adalah mertua Dito. "Ditanya saja, Pak Fuad sebagai bapak dari istri saya sempat bertanya atau enggak. Ya sudah saya sampaikan. Cuma satu pertanyaan kok," ucapnya ringkas.
Latar Belakang Kasus yang Ruwet
Kasus ini berawal dari kuota tambahan 20 ribu untuk jemaah Indonesia di musim haji 2024. Masalahnya, pembagiannya diduga nggak sesuai aturan. Alih-alih mengikuti ketentuan 92% untuk haji reguler dan 8% untuk haji khusus, kuota itu dibagi 50:50. Masing-masing dapat 10 ribu.
Dengan adanya penambahan kuota khusus ini, sejumlah biro travel diduga kasih fee ke oknum di Kementerian Agama. KPK sudah menetapkan dua tersangka: mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) dan mantan stafsusnya, Ishfah Abidal Aziz (Gus Alex). Mereka dijerat dengan pasal korupsi yang merugikan negara.
Kerugian negaranya masih dihitung, tapi KPK sempat menyebut angkanya bisa mencapai Rp 1 triliun. Melalui pengacaranya, Gus Yaqut menyatakan akan kooperatif selama proses penyidikan berlangsung.
Artikel Terkait
Lazio vs Udinese Berakhir 3-3, Empat Gol Tercipta dalam 10 Menit Terakhir
Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi Timur Tewaskan Dua Orang, Puluhan Luka-Luka
PSM Makassar Takluk 2-0 dari Bali United Usai Kartu Merah di Babak Pertama
Tabrakan Frontalka Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Jalur Kereta Lumpuh Total