Tapi pembicaraan ternyata lebih luas dari itu. "Setelah makan siang, saya ingat betul, Perdana Menteri (MBS) menawarkan bantuan ke Indonesia," lanjut Dito.
Jokowi, menurut ingatannya, menyampaikan sejumlah permintaan. Mulai dari investasi, Ibu Kota Nusantara (IKN), sampai urusan penyelenggaraan haji. "Seingat saya, itu bagian dari pembicaraan lagi makan siang. Sebenarnya bukan kuota spesifik, tapi pelayanan haji. Soalnya kan haji kita butuh banyak kuota," ungkapnya.
Dari situlah, Indonesia kemudian dapat tambahan kuota haji 20 ribu. "Itu yang disampaikan Bapak Presiden. Dan saya ingat, Pangeran MBS waktu itu semangat untuk menindaklanjuti semuanya," katanya.
Pertanyaan Singkat Soal Mertua
Selain soal kunker, Dito juga mengaku ditanya tentang Fuad Hasan Masyhur, pemilik travel haji Maktour yang kini dicegah ke luar negeri. Fuad Hasan adalah mertua Dito. "Ditanya saja, Pak Fuad sebagai bapak dari istri saya sempat bertanya atau enggak. Ya sudah saya sampaikan. Cuma satu pertanyaan kok," ucapnya ringkas.
Latar Belakang Kasus yang Ruwet
Kasus ini berawal dari kuota tambahan 20 ribu untuk jemaah Indonesia di musim haji 2024. Masalahnya, pembagiannya diduga nggak sesuai aturan. Alih-alih mengikuti ketentuan 92% untuk haji reguler dan 8% untuk haji khusus, kuota itu dibagi 50:50. Masing-masing dapat 10 ribu.
Dengan adanya penambahan kuota khusus ini, sejumlah biro travel diduga kasih fee ke oknum di Kementerian Agama. KPK sudah menetapkan dua tersangka: mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) dan mantan stafsusnya, Ishfah Abidal Aziz (Gus Alex). Mereka dijerat dengan pasal korupsi yang merugikan negara.
Kerugian negaranya masih dihitung, tapi KPK sempat menyebut angkanya bisa mencapai Rp 1 triliun. Melalui pengacaranya, Gus Yaqut menyatakan akan kooperatif selama proses penyidikan berlangsung.
Artikel Terkait
Gedung Pemerintah Aceh Tamiang Bangkit, Berkat Tenaga Praja IPDN
Bima Arya Gelar Rapat Kunci, Siapkan Panggung APCAT Summit 2026 di Jakarta
Hakim Bebaskan Admin Mahasiswa karena Dakwaan Aplikasi Canva atau Lainnya Dinilai Tak Jelas
Pawang Hujan Klaim Diundang, Keraton Yogyakarta Tegaskan Ritual Labuhan Murni Urusan Abdi Dalem