Pasca Banjir, Inisiatif Sedekah 1 Juta Al-Quran Pulihkan Suara Mengaji di Sumatera

- Jumat, 23 Januari 2026 | 15:48 WIB
Pasca Banjir, Inisiatif Sedekah 1 Juta Al-Quran Pulihkan Suara Mengaji di Sumatera

Bencana banjir di Sumatera tak hanya menyisakan lumpur dan kerusakan rumah. Bagi warga di sana, terutama di Aceh dan Sumatera Utara, yang hilang juga adalah suara mengaji dari pesantren dan madrasah. Tempat-tempat ibadah terendam, mushaf Al-Quran yang biasa dipelajari santri rusak atau hanyut. Rasanya, ada bagian dari kehidupan sehari-hari yang ikut terkikis.

Merespons kondisi itu, muncul sebuah inisiatif bernama Sedekah 1 Juta Al-Quran. Program ini digagas dari kolaborasi antara PAM JAYA dan komunitas Masyarakat Madura Asli (MADAS) Nusantara. Intinya sederhana: mengembalikan sarana ibadah dan belajar yang hilang itu.

“Kami memahami bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut infrastruktur fisik, tetapi juga kebutuhan spiritual dan pendidikan keagamaan masyarakat,” jelas Arief Nasrudin, Direktur Utama PAM JAYA.

Ia menambahkan, “Melalui kolaborasi ini, kami berharap Al-Quran yang disalurkan dapat membantu masyarakat, khususnya para santri, untuk kembali beraktivitas dan belajar dengan lebih tenang.”

Niatnya, sebanyak satu juta Al-Quran akan dibagikan. Prioritas utama tentu saja daerah-daerah yang porak-poranda akibat banjir di Sumatera. Distribusinya akan menyasar pesantren, madrasah, dan tentu saja tempat ibadah yang membutuhkan. Menurut rencana, proses pengiriman akan segera dimulai dalam waktu dekat.

Gerakan ini sendiri lahir bukan tanpa sebab. Pasca bencana, banyak permintaan dan laporan dari masyarakat yang disampaikan ke MADAS Nusantara mengenai kebutuhan mendesak akan Al-Quran. Hal itulah yang kemudian memantik aksi nyata ini.

Bagi PAM JAYA, langkah ini lebih dari sekadar CSR. Arief menegaskan, ini adalah wujud komitmen perusahaan untuk hadir bukan cuma sebagai penyedia air bersih, tapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang punya kepedulian. Di sisi lain, kolaborasi dengan MADAS Nusantara diharapkan bisa memperkuat semangat gotong royong.

Pada akhirnya, harapannya jelas: program ini bisa jadi salah satu pilar pemulihan sosial. Bukan cuma membangun kembali yang fisik, tapi juga menyentuh aspek kehidupan yang lebih dalam bagi warga terdampak.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar