Bencana banjir di Sumatera tak hanya menyisakan lumpur dan kerusakan rumah. Bagi warga di sana, terutama di Aceh dan Sumatera Utara, yang hilang juga adalah suara mengaji dari pesantren dan madrasah. Tempat-tempat ibadah terendam, mushaf Al-Quran yang biasa dipelajari santri rusak atau hanyut. Rasanya, ada bagian dari kehidupan sehari-hari yang ikut terkikis.
Merespons kondisi itu, muncul sebuah inisiatif bernama Sedekah 1 Juta Al-Quran. Program ini digagas dari kolaborasi antara PAM JAYA dan komunitas Masyarakat Madura Asli (MADAS) Nusantara. Intinya sederhana: mengembalikan sarana ibadah dan belajar yang hilang itu.
“Kami memahami bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut infrastruktur fisik, tetapi juga kebutuhan spiritual dan pendidikan keagamaan masyarakat,” jelas Arief Nasrudin, Direktur Utama PAM JAYA.
Ia menambahkan, “Melalui kolaborasi ini, kami berharap Al-Quran yang disalurkan dapat membantu masyarakat, khususnya para santri, untuk kembali beraktivitas dan belajar dengan lebih tenang.”
Artikel Terkait
Kelme Luncurkan Jersey Timnas Indonesia dengan Teknologi Jacquard dan Emblem Silikon 3D
IHSG Melemah 0,37%, Analis Soroti Potensi Koreksi dan Peluang Penguatan
BSI Gelar Festival Ramadan di Makassar, Tawarkan Diskon Umrah hingga DP 0% Kendaraan
IJTI Peringatkan Perjanjian Dagang RI-AS Ancam Media Nasional