Bencana banjir di Sumatera tak hanya menyisakan lumpur dan kerusakan rumah. Bagi warga di sana, terutama di Aceh dan Sumatera Utara, yang hilang juga adalah suara mengaji dari pesantren dan madrasah. Tempat-tempat ibadah terendam, mushaf Al-Quran yang biasa dipelajari santri rusak atau hanyut. Rasanya, ada bagian dari kehidupan sehari-hari yang ikut terkikis.
Merespons kondisi itu, muncul sebuah inisiatif bernama Sedekah 1 Juta Al-Quran. Program ini digagas dari kolaborasi antara PAM JAYA dan komunitas Masyarakat Madura Asli (MADAS) Nusantara. Intinya sederhana: mengembalikan sarana ibadah dan belajar yang hilang itu.
“Kami memahami bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut infrastruktur fisik, tetapi juga kebutuhan spiritual dan pendidikan keagamaan masyarakat,” jelas Arief Nasrudin, Direktur Utama PAM JAYA.
Ia menambahkan, “Melalui kolaborasi ini, kami berharap Al-Quran yang disalurkan dapat membantu masyarakat, khususnya para santri, untuk kembali beraktivitas dan belajar dengan lebih tenang.”
Artikel Terkait
Inter Milan Bertekuk Lutut di Liga Champions, Kini Hadapi Ujian Bangkit Lawan Pisa
Banjir Rendam 31 Desa di Bekasi, Jalanan Berubah Jadi Kolam
Khozinudin Tolak Damai: SOP Solo Dituding Upaya Pecah Belah Penggugat
Iran Hormati Langkah Indonesia, Tapi Tegaskan Perdamaian Gaza Harus Dimulai dari Akhiri Pendudukan