“Aksi ini merupakan bentuk keseriusan rakyat Luwu. Kami menuntut janji pemekaran Provinsi Luwu Raya segera direalisasikan,”
tegas Karimuddin, Ketua Presidium GPPRL, menyuarakan tuntutan inti para pengunjuk rasa.
Di sisi lain, ketegangan sempat memanas di Jembatan Baliase. Menurut sejumlah saksi, kericuhan pecah saat seorang pengendara motor berusaha nekat menerobos barikade massa. Adu mulut dan saling dorong pun terjadi, sebelum akhirnya bisa diredam oleh warga lainnya. Situasi yang cukup mencemaskan.
Hingga berita ini diturunkan, pasar tradisional dan toko-toko di sepanjang Trans Sulawesi masih banyak yang tutup. Yang lebih parah, distribusi barang dari Makassar menuju Sulawesi Tengah dan Tenggara via darat terpaksa berhenti total. Dampak ekonominya jelas luas.
Menyikapi hal ini, aparat keamanan dari TNI dan Polri sudah disiagakan di berbagai titik rawan. Tugas mereka jelas: mencegah tindakan anarkis sekaligus bernegosiasi agar massa mau membuka akses jalan sedikit demi sedikit. Namun begitu, suasana masih tegang. Nada tuntutan masih keras, dan jalanan masih senyap dari lalu lintas normal.
Artikel Terkait
Wali Kota Tangerang Alihkan Belajar ke Daring, Imbas Banjir yang Belum Surut
Tower Seluler Ambruk, Hantam Mobil Parkir di Sekolah Surabaya
Genangan Kalimalang Tewaskan Pengemudi Ojek Online di Cikarang
Pasangan Tewas Diserang Kawanan Tawon Ganas di Kebun