Pergerakan IHSG hari ini, Rabu 21 Januari 2026, diperkirakan bakal beragam. Analis memproyeksikan indeks akan bergerak di kisaran 9.040 hingga 9.200, dengan kecenderungan untuk melemah atau terkoreksi. Ini tak lepas dari aksi ambil untung yang muncul setelah penguatan sebelumnya.
William Hartanto, Technical Analyst WH Project, yang menyoroti hal itu. Menurutnya, kondisi teknikal menunjukkan adanya keraguan di kalangan investor.
"Terlihat potensi pengujian dua level penting, yakni 9.100 sebagai area support dan 9.200 sebagai resistance psikologis,"
tulis William dalam risetnya, Selasa kemarin. Pada penutupan hari Selasa (20/1), IHSG memang cuma naik tipis 0,83 poin atau 0,01 persen ke level 9.134,70. Pergerakannya membentuk pola candlestick spinning top, sebuah sinyal yang kerap menandakan kebimbangan pasar dan potensi konsolidasi jangka pendek.
Namun begitu, situasinya belum perlu dikhawatirkan berlebihan. Selama IHSG bisa bertahan di atas support krusial 9.100, kondisi pasar secara umum masih terbilang aman. Meski peluang koreksi tetap terbuka, struktur teknikal ini yang perlu dicermati oleh pelaku pasar. Mereka disarankan untuk fokus memantau pergerakan indeks di sekitar area support tersebut.
Di tengah proyeksi mixed ini, William juga memberikan sejumlah rekomendasi saham berdasarkan analisis teknikal. Berikut daftarnya:
MINE, rekomendasi beli, dengan estimasi target harga 700-725.
HRTA, rekomendasi beli, target sekitar 2.700.
JSMR, rekomendasi beli, target di kisaran 3.610.
AYAM, rekomendasi beli, dengan target menuju level 500.
(DESI ANGRIANI)
Artikel Terkait
Pertamina Siapkan 80 Ribu Kiloliter Avtur untuk Dukung Penerbangan Haji 2026
Harga Emas Bangkit Kembali Didorong Aksi Beli Murah dan Ketegangan Geopolitik
Wall Street Cetak Rekor Tertinggi, Didorong Gencatan Senjata AS-Iran dan Laporan Kuartalan
BEI Kencangkan Aturan, Saham dengan Kepemilikan Terpusat Bakal Dikeluarkan dari Indeks Utama