“Kalau memang akan terulang kembali, dan mudah-mudahan tidak ya, mudah-mudahan tidak, karena kemarin ketika curah hujan di hari Sabtu-Minggu, kebetulan kan lagi libur panjang. Sehingga tidak memerlukan work from home,”
Namun begitu, ia tak mau ambil risiko. Pramono menegaskan, jika indikasi cuaca ekstrem muncul di hari-hari biasa bukan akhir pekan maka keputusan untuk WFH dan PJJ akan segera diambil. Titik.
"Tetapi kalau kemudian ada indikasi seperti itu dan di hari biasa, saya akan memutuskan untuk dilakukan work from home, terutama untuk anak-anak didik kita,”
Jadi, begitulah. Surat edaran Disdik itu bisa dilihat sebagai langkah konkret dari pernyataan Gubernur. Semuanya bergerak cepat. Dari prediksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hingga arahan Sekda DKI, semua saling terkait. Intinya, mereka tak mau ada insiden. Lebih baik mencegah, bukan?
Sekarang, tinggal menunggu bagaimana cuaca bersikap. Sementara itu, sekolah-sekolah dan para orang tua sudah punya panduan jelas. Siap-siap saja.
Artikel Terkait
Korban Terakhir Kecelakaan Maut Adamuz Akhirnya Ditemukan, Korban Tewas Genap 45 Jiwa
Prabowo di Davos: Tanpa Pendidikan yang Memadai, Negara Bisa Gagal
Kiper Raihan Alfariq Dihukum Seumur Hidup Usai Tendangan Brutal di Liga 4
Angke Hulu Siaga 1, 132 RT di Jakarta Terendam Banjir