Projo Ganti Logo dan Makna: Dari Pro Jokowi Menjadi Pro Rakyat dan Pro Indonesia
Gerakan relawan politik Projo yang sebelumnya dikenal sebagai singkatan dari Pro Jokowi kini mengumumkan perubahan besar. Organisasi ini akan mengganti logo dan makna namanya menjadi "Pro Rakyat dan Pro Indonesia".
Pengumuman Perubahan oleh Budi Arie Setiadi
Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, secara resmi mengumumkan transformasi organisasi ini. Meskipun dikenal sebagai loyalis Jokowi, Budi Arie kini tidak lagi menjadi bagian dari kabinet setelah sebelumnya menjabat sebagai Menteri Kominfo di masa transisi pemerintahan Prabowo-Gibran.
Transformasi Projo: Dari Pendukung Jokowi ke Pendukung Prabowo
Perubahan logo dan makna nama Projo bukan sekadar langkah simbolis belaka. Ini mencerminkan pergeseran orientasi politik yang signifikan dalam tubuh organisasi. Dari yang awalnya murni mendukung Jokowi sebagai representasi rakyat kecil, kini Projo beralih untuk mendukung pemerintahan Prabowo Subianto.
Budi Arie menegaskan bahwa perubahan ini bukan bentuk pengkhianatan terhadap Jokowi, melainkan penyesuaian terhadap dinamika politik baru. Menurutnya, semangat Projo tetap sama dalam berpihak kepada rakyat, hanya saja wadah perjuangannya kini berada di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran.
Artikel Terkait
Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan Tokoh Oposisi
Di Balik Rerimbunan Srengseng, Babeh Icam Bertahan Setia Meski Demam Akik Sudah Redup
Kredibilitas Pasar Modal Indonesia Terancam, MSCI Siap Turunkan Status
Kisah Tukang Es Gabus: Simpati yang Menguap Saat Korban Berbalik Ngelunjak