Pada hari Senin, 24 November, kabar mengejutkan datang dari raksasa teknologi GoTo. Patrick Walujo, sang Direktur Utama, memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Posisi puncak yang ditinggalkannya tak akan lama kosong. Hans Patuwo, nama yang sudah tak asing di internal perusahaan, ditunjuk untuk menggantikannya.
Menurut perusahaan, peralihan kepemimpinan ini adalah bagian dari proses suksesi yang sudah direncanakan. Di sisi lain, GoTo memastikan bahwa langkah ini tidak akan mengganggu stabilitas organisasi. Mereka menegaskan bahwa operasional dan langkah menuju profitabilitas akan tetap berjalan, bahkan berkesinambungan.
Namun begitu, keputusan Patrick untuk mundur ini tidak lepas dari desas-desus yang beredar. Isunya, ada tekanan dari investor besar GoTo yang mendesak sang CEO untuk lengser. Rencana besar investor tersebut konon adalah untuk memuluskan jalan merger atau akuisisi antara GoTo dan Grab.
Artikel Terkait
Mumi Beku Siberia Ungkap Daya Tahan Genetik Bangsa Yakut
Huawei MatePad 12 X 2026 Resmi Meluncur, Siap Gantikan Laptop di Tangan Anda
2026: Titik Nadir bagi Keajaiban Bawah Laut?
Empat Pilar Kunci Telkomsel untuk Genjot Ekonomi Digital 2045