GoTo Diguncang Pamitnya Sang Dirut, Isu Merger dengan Grab Menguat

- Senin, 24 November 2025 | 09:12 WIB
GoTo Diguncang Pamitnya Sang Dirut, Isu Merger dengan Grab Menguat

Pada hari Senin, 24 November, kabar mengejutkan datang dari raksasa teknologi GoTo. Patrick Walujo, sang Direktur Utama, memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Posisi puncak yang ditinggalkannya tak akan lama kosong. Hans Patuwo, nama yang sudah tak asing di internal perusahaan, ditunjuk untuk menggantikannya.

Menurut perusahaan, peralihan kepemimpinan ini adalah bagian dari proses suksesi yang sudah direncanakan. Di sisi lain, GoTo memastikan bahwa langkah ini tidak akan mengganggu stabilitas organisasi. Mereka menegaskan bahwa operasional dan langkah menuju profitabilitas akan tetap berjalan, bahkan berkesinambungan.

Namun begitu, keputusan Patrick untuk mundur ini tidak lepas dari desas-desus yang beredar. Isunya, ada tekanan dari investor besar GoTo yang mendesak sang CEO untuk lengser. Rencana besar investor tersebut konon adalah untuk memuluskan jalan merger atau akuisisi antara GoTo dan Grab.

Dalam pernyataannya, Patrick tak lupa menyampaikan ucapan selamat kepada Hans Patuwo.

"Saya ingin menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga besar GoTo atas dedikasi luar biasa selama dua setengah tahun ini. Kerja keras seluruh tim telah menjadi kunci dalam membawa GoTo pada posisi yang lebih baik," kata Patrick melalui siaran pers.

Ia menilai Hans telah memainkan peran krusial dalam perjalanan GoTo selama hampir sepuluh tahun. Kapabilitas kepemimpinan dan integritasnya dianggap sudah teruji, cocok untuk memimpin GoTo memasuki babak baru.

Langkah selanjutnya, pengangkatan Hans Patuwo ini akan diajukan untuk mendapat persetujuan. Rencananya, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 Desember 2025 yang akan menentukan. Semuanya tinggal menunggu waktu.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar