Kisah Heroik Nurul Anggraini Pratiwi: Selamatkan Bilqis dari Suku Anak Dalam

- Minggu, 16 November 2025 | 17:00 WIB
Kisah Heroik Nurul Anggraini Pratiwi: Selamatkan Bilqis dari Suku Anak Dalam

Kisah Nurul Anggraini Pratiwi: Pahlawan di Balik Penyelamatan Bilqis dari Suku Anak Dalam

Nurul Anggraini Pratiwi menorehkan peran kunci dalam operasi penyelamatan Bilqis, balita asal Makassar yang berhasil ditemukan di komunitas Suku Anak Dalam di Kabupaten Merangin, Jambi. Sebagai satu-satunya perempuan dalam tim penyelamatan, dedikasinya menjadi contoh nyata pengabdian tanpa batas.

Profil Nurul Anggraini Pratiwi: ASN Berhati Mulia

Nurul merupakan Aparatur Sipil Negara yang bertugas sebagai pekerja sosial Ahli Pertama di Dinas Sosial Kabupaten Merangin. Di usianya yang ke-31 tahun, ibu rumah tangga ini menjalankan tugasnya dengan panggilan jiwa, bergabung dengan tim kepolisian untuk melakukan mediasi dengan komunitas Orang Rimba.

Operasi Penyelamatan 2 Hari Penuh Tekad

Selama dua hari tanggal 7-8 November 2025, tim gabungan melakukan pencarian dan negosiasi intensif untuk menyelamatkan Bilqis. Nurul menunjukkan komitmen luar biasa dengan segera berangkat ke Merangin setelah menerima telepon mendesak dari tim lapangan, meski saat itu berada di Bungo.

Mediasi Kunci dengan Tiga Tumenggung

Proses negosiasi berlangsung di Desa Mentawak, Merangin dengan melibatkan tiga tumenggung: Tumenggung Sikar, Tumenggung Jon, dan Tumenggung Roni. Kehadiran Nurul yang sudah dikenal baik oleh komunitas Orang Rimba menjadi faktor penting dalam kesepakatan untuk mengembalikan Bilqis kepada orang tua kandungnya.

Perjalanan Berani Menembus Kegelapan

Pada pukul 17.00 WIB, Nurul bersama tiga tumenggung memulai perjalanan menuju sudung tempat tinggal Begendang di Bukit Suban, kawasan penyangga Taman Nasional Bukit Duabelas, Sarolangun. Sebagai satu-satunya perempuan yang menembus gelapnya malam melalui jalan tanah berbatu di tengah perkebunan sawit dan hutan, Nurul mengandalkan keyakinan bahwa niat baik akan melindunginya.

Momen Haru Penyerahan Bilqis

Sekitar pukul 19.00 WIB, mereka tiba di lokasi yang sedang diliputi suasana haru. Keluarga Orang Rimba menangis histeris karena harus berpisah dengan Bilqis yang telah mereka rawat. Tantangan terakhir adalah membujuk Bilqis yang saat itu memeluk erat orang tua angkatnya, enggan untuk berpisah.

Kisah inspiratif ini menunjukkan bagaimana dedikasi dan keberanian seorang perempuan mampu mengatasi berbagai hambatan untuk mengembalikan hak seorang anak kepada keluarganya. Peran Nurul Anggraini Pratiwi membuktikan bahwa kontribusi perempuan dalam layanan sosial dapat membuat perubahan nyata di masyarakat.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar