Perusahaan tambang batu bara, PT Singaraja Putra Tbk (SINI), punya rencana besar untuk anak usahanya. Mereka memproyeksikan kebutuhan modal kerja untuk PT Dwi Daya Swakarya bakal membengkak hingga Rp2,73 triliun pada tahun 2026 nanti. Angka yang tidak main-main.
Kenapa bisa sebesar itu? Rupanya, ini sejalan dengan rencana produksi dan aktivitas operasional yang terus digenjot. Jadi, wajar saja kalau butuh suntikan dana segar.
Nah, untuk tahun ini saja, belanja modal atau capex sudah dipatok sekitar Rp510 miliar. Anggaran sebesar itu rencananya akan difokuskan buat mendukung kegiatan operasional di lapangan. Mulai dari pemeliharaan rutin, pengembangan infrastruktur tambang, sampai fasilitas pendukung lainnya.
Soal dananya dari mana, perusahaan mengaku sebagian besar akan dibiayai oleh pihak ketiga yang diajak kerja sama. Sementara untuk memenuhi kebutuhan modal kerja dan capex, direncanakan bakal mengandalkan hasil operasional anak usahanya sendiri. Jadi, berharap bisnis berjalan lancar agar bisa mendanai dirinya sendiri.
Di sisi lain, ada kabar baik dari kinerja perseroan. Sepanjang 2025, bisnis mereka menunjukkan tren perbaikan. Dua anak usaha di sektor tambang, yaitu PT Pasir Bara Prima dan PT Persada Kapuas Prima, sudah mulai berproduksi dan akhirnya mencetak pendapatan.
Hingga akhir Desember tahun lalu, kontribusi pendapatan dari penjualan batu bara diperkirakan menyentuh angka Rp154 miliar. Lumayan untuk awal yang menjanjikan.
Memasuki 2026, targetnya tentu lebih tinggi. SINI ingin melihat peningkatan signifikan pada kinerja pendapatan. Caranya? Selain melanjutkan operasional dua anak usaha yang sudah jalan, mereka berharap PT Pesona Bara Cakrawala bisa segera ikut beroperasi. Kehadirannya diharapkan memberi tambahan kontribusi yang berarti.
Dengan segala pengembangan yang dilakukan, ditambah kesiapan operasional dan proyeksi pasar batu bara yang dianggap akan lebih stabil, perusahaan optimis. Kontribusi pendapatan dari penjualan batu bara pada 2026 diprediksi bakal melonjak drastis mencapai Rp2,98 triliun. Sebuah lompatan yang sangat besar jika dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
Semua rencana ini kini tinggal menunggu eksekusi di lapangan. Tantangannya tentu tidak kecil, tapi peluangnya terlihat jelas di depan mata.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020