Batik Air Resmi Layani Rute Jakarta–Muara Bungo, Dorong Konektivitas dan Ekonomi Jambi Barat

- Selasa, 16 Juni 2026 | 08:40 WIB
Batik Air Resmi Layani Rute Jakarta–Muara Bungo, Dorong Konektivitas dan Ekonomi Jambi Barat

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyambut positif pengoperasian perdana penerbangan Batik Air pada rute Jakarta–Muara Bungo, yang ditandai dengan seremoni pendaratan dan lepas landas di Bandar Udara Muara Bungo, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Senin (15/6). Langkah ini dinilai menjadi tonggak penting dalam memperkuat konektivitas udara nasional sekaligus mendorong roda perekonomian di wilayah barat Provinsi Jambi.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyatakan bahwa pembukaan rute baru ini merupakan strategi untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat dan membuka peluang investasi, perdagangan, pariwisata, serta mobilitas penduduk. “Penerbangan perdana Batik Air rute Jakarta–Muara Bungo merupakan momentum penting dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakat serta memperkuat konektivitas udara di wilayah barat Provinsi Jambi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (16/6/2026). Menurutnya, konektivitas yang lebih baik akan membuka peluang lebih besar bagi berbagai sektor ekonomi.

Lukman juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terwujudnya layanan ini, termasuk Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Bungo, Unit Penyelenggara Bandar Udara Muara Bungo, dan Batik Air yang dinilai telah melihat potensi besar kawasan tersebut. Kabupaten Bungo sendiri memiliki posisi strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi di jalur lintas tengah Sumatera, menjadi simpul pergerakan masyarakat dan barang yang melayani daerah sekitarnya seperti Kabupaten Merangin, Sarolangun, Tebo, Kerinci, Kota Sungai Penuh, hingga Kabupaten Dharmasraya di Provinsi Sumatera Barat.

Di sisi lain, daerah ini menyimpan berbagai potensi unggulan yang dapat terus berkembang dengan dukungan konektivitas udara yang memadai. Mulai dari sektor perkebunan kelapa sawit dan karet, pertambangan, hingga pariwisata dan budaya yang khas. Dari segi infrastruktur, Bandar Udara Muara Bungo telah memiliki fasilitas yang memadai untuk melayani penerbangan komersial, dengan landas pacu sepanjang 2.100 meter dan lebar 30 meter yang mampu menampung pesawat sekelas Airbus A320-200. Terminal penumpang seluas hampir 2.974 meter persegi pun siap memberikan kenyamanan bagi pengguna jasa transportasi udara.

Melalui pengoperasian rute ini, Batik Air akan melayani penerbangan setiap hari menggunakan pesawat berkapasitas 156 kursi. Kehadiran layanan langsung menuju Jakarta diharapkan tidak hanya memberikan nuansa baru, tetapi juga menciptakan persaingan yang kompetitif dan sinergi antar maskapai penerbangan, sekaligus memberikan pilihan bagi masyarakat.

“Kami berharap peningkatan frekuensi penerbangan ini dapat mendorong pertumbuhan jumlah penumpang, meningkatkan aktivitas ekonomi daerah, serta membuka peluang pengembangan rute-rute baru di masa mendatang,” kata Lukman.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan penerbangan. Dengan demikian, manfaat konektivitas udara dapat dirasakan secara optimal dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar