Duka mendalam menyelimuti dunia pendakian internasional. Nirmal “Nimsdai” Purja, pendaki legendaris asal Nepal yang mencetak rekor dunia dengan menaklukkan 14 gunung tertinggi di dunia dalam 6 bulan 6 hari, dikonfirmasi tewas setelah longsoran salju menerjang timnya di Broad Peak, Pakistan, Kamis (30/7/2026). Seluruh 10 anggota ekspedisi dinyatakan tewas.
Purja, yang dikenal karena kemampuan fisiknya yang luar biasa di ketinggian, sedang dalam misi ambisius untuk menjadi orang pertama yang mendaki seluruh 14 puncak di atas 8.000 meter sebanyak dua kali tanpa bantuan oksigen tambahan. Kabar duka ini disampaikan secara resmi oleh Elite Expeditions, agensi pendakian miliknya, pada Sabtu (1/8/2026).
Longsoran salju dahsyat terjadi saat tim berada di ketinggian sekitar 6.600 meter di Broad Peak, gunung tertinggi ke-12 di dunia dengan ketinggian 8.051 meter di atas permukaan laut, yang terletak di pegunungan Karakoram. Korban tewas terdiri dari enam warga Nepal, termasuk Purja, serta masing-masing satu pendaki dari Pakistan, Oman, Amerika Serikat, dan China.
Proses evakuasi jenazah berjalan sulit dan berbahaya. Meskipun otoritas Pakistan dan tim SAR berhasil melacak posisi para korban menggunakan drone, medan yang curam dan ekstrem, serta tidak adanya sistem helikopter long-line rescue di wilayah tersebut, menghambat upaya penjangkauan lokasi.
Rekor yang Mengubah Sejarah
Nirmal Purja bukan sekadar pendaki biasa. Ia adalah sosok revolusioner yang mendobrak batas kemampuan manusia. Pada 2019, melalui proyek yang dijuluki “Project Possible”, ia menaklukkan seluruh 14 gunung tertinggi di dunia (di atas 8.000 meter) hanya dalam waktu 6 bulan 6 hari, memecahkan rekor dunia sebelumnya yang membutuhkan waktu lebih dari 7 tahun. Prestasi ini diabadikan dalam film dokumenter Netflix yang terkenal, 14 Peaks: Nothing Is Impossible.
Selain itu, Purja juga menjadi bagian dari tim beranggotakan sepuluh pendaki Nepal yang mencetak sejarah dengan melakukan pendakian musim dingin pertama yang ekstrem di Gunung K2 pada 16 Januari 2021. Sebelum fokus pada pendakian, ia adalah mantan anggota pasukan elit Gurkha serta Angkatan Laut Britania Raya (Special Boat Service).
Misi terakhirnya, yang disebut “Hat-Trick Project”, menargetkan untuk mendaki 14 gunung di atas 8.000 meter sebanyak dua kali serta Seven Summits sebanyak tiga kali. Namun, perjalanan fisiknya terhenti di Broad Peak. Meski demikian, rekam jejak keberanian, dedikasi, dan kontribusinya akan selalu menjadi inspirasi bagi komunitas pendaki gunung di seluruh dunia.
Artikel Terkait
Nirmal Purja Tewas Tertimpa Longsoran Salju di Broad Peak
Nirmal Purja, Legenda Pendaki 14 Puncak, Tewas Tertimbun Longsor di Broad Peak
Erdogan: Pemerintah Israel yang Kecanduan Perang Jangan Dibiarkan Menyeret Kawasan ke Pertumpahan Darah
Bus Kelebihan Muatan Terjun ke Jurang di Pakistan Barat, 40 Tewas