Kepergian Nirmal Purja meninggalkan duka mendalam bagi dunia pendakian. Pria yang dikenal sebagai Nimsdai itu tewas dalam longsoran salju di Gunung Broad Peak, Pakistan, Kamis (30/7/2026). Kabar ini mengguncang para petualang, termasuk di Indonesia.
Sofyan Arief Fesa, pendaki Indonesia yang akrab disapa Ian, adalah salah satu yang kehilangan. Ian, yang merupakan salah satu dari tujuh penakluk puncak tertinggi di dunia, mengenang pertemuannya dengan Nimsdai di Timika, Oktober 2025. Saat itu, Nimsdai sedang mendampingi pendaki asal Timur Tengah yang ingin menuntaskan misi seven summits.
"Ya udah, jadinya ketemuan bareng," kata Ian kepada penulis, Ahad (2/8/2026).
Nirmal Purja, yang akrab disapa Nimsdai, bersama rekannya Mingma David Sherpa, mencatat sejarah pada 2019 dengan menaklukkan 14 puncak tertinggi di dunia dalam enam bulan. Prestasi itu mengukuhkan mereka sebagai manusia tercepat yang menjejak semua puncak di atas 8.000 meter. Nimsdai saat itu berusia 36 tahun, sementara David 30 tahun.
Ian, yang mengelola Indonesia Expeditions, sering bertemu Nimsdai di berbagai kesempatan. Pada Mei 2023, ia berpapasan dengan Nimsdai di Everest Base Camp. Ia juga sempat mampir ke toko perlengkapan outdoor milik Nimsdai di Kathmandu, yang dinamai "Nimsdai Store".
"Waktu itu saya hanya melihat Nimsdai, tidak sempat ngobrol," tuturnya.
Pemberani yang Menginspirasi
Popularitas Nimsdai meroket setelah film dokumenter Netflix berjudul 14 Peaks: Nothing Is Impossible rilis pada 2021. Ian menilai keberanian Nimsdai yang memilih pensiun dari tentara Gurkha untuk menjadi pendaki profesional adalah inspirasi bagi banyak orang.
"Gurkha itu subsuku di Nepal, yang sejak abad ke-19 direkrut Kerajaan Inggris untuk mengabdi sebagai pasukan khusus," jelas Ian, yang juga telah membaca buku otobiografi Nimsdai, Beyond Possible.
Namun, Ian juga mengakui bahwa di balik kesuksesan Nimsdai, ada sosok David yang berperan besar dalam strategi pendakian. "Sebenarnya yang jago bikin strategi itu David. Hanya saja karena Bahasa Inggris Nimsdai lancar, dan menarik depan kamera, dia lebih dikenal luas," ujarnya.
Apa Lagi yang Ingin Diraih?
Setelah meraih gelar seven summits dan 14 eight-thousanders, pertanyaan tentang apa lagi yang ingin dicapai Nimsdai mungkin pernah terlintas. Menurut Ian, dulu Nimsdai mendaki untuk rekor pribadi, tetapi kini ia lebih fokus pada bisnis sebagai pemandu dan operator Elite Expedition.
"Banyak artis, influencer, dan pesohor lainnya menggunakan jasa Nimsdai. Artinya sekarang urusan bisnis," bebernya.
Belitan Kontroversi
Ketenaran Nimsdai tidak lepas dari kontroversi. Salah satunya adalah keputusannya menjadi warga negara Inggris, yang memicu kemarahan rakyat Nepal. Ia juga sempat tersandung investigasi dugaan pelecehan seksual oleh New York Times pada 2024. Ian, yang menentang kejahatan seksual, mengaku kehilangan respek pada Nimsdai. "Termasuk saya!" tegasnya.
Tamat Digulung Avalanche
Kisah Nimsdai berakhir di Broad Peak, puncak tertinggi ke-12 di dunia. Longsoran salju yang menimpanya menjadi akhir yang tragis. Indonesia sendiri memiliki sepuluh pendaki yang berhasil menaklukkan seven summits, enam di antaranya dari Mahitala Unpar dan empat dari Wanadri. Mereka adalah kebanggaan bangsa yang mampu menembus medan ekstrem di berbagai belahan dunia.
Artikel Terkait
Legenda Pendaki Nirmal Purja Tewas Tertimbun Longsor di Broad Peak
Nirmal Purja Tewas Tertimpa Longsoran Salju di Broad Peak
Nirmal Purja, Legenda Pendaki 14 Puncak, Tewas Tertimbun Longsor di Broad Peak