Informasi alamat yang ia berikan pun akhirnya membawa polisi ke tempat kejadian. Rekaman kamera tubuh petugas menangkap momen penyelamatan. Saat diperiksa, korban yang namanya sengaja dirahasiakan mengaku berteman dengan Barron Trump. Dialah yang dihubungi saat itu juga.
“Dia membantu menyelamatkan hidup saya. Panggilan itu seperti tanda dari Tuhan pada saat itu,” ujar wanita itu dalam kesaksiannya di pengadilan. Kalimatnya singkat, tapi sarat makna.
Rentetan Tuduhan Berat untuk Sang Pacar
Di sisi lain, Matvei Rumiantsev, sang tersangka, kini menghadapi tuduhan yang sangat serius. Dakwaannya mencakup pemerkosaan, pencekikan disengaja, penyerangan, penganiayaan fisik, hingga menghalangi proses peradilan. Semua tuduhan itu ia bantah keras di hadapan hakim.
Menurut keterangan di persidangan, motifnya bermula dari kecemburuan. Rumiantsev diduga murka saat mengetahui Barron Trump mencoba menghubungi pacarnya melalui telepon pada malam naas itu. Kemarahannya yang meledak akhirnya membawa semua pihak ke ruang sidang yang tegang ini.
Artikel Terkait
Kelme Luncurkan Jersey Timnas Indonesia dengan Teknologi Jacquard dan Emblem Silikon 3D
IHSG Melemah 0,37%, Analis Soroti Potensi Koreksi dan Peluang Penguatan
BSI Gelar Festival Ramadan di Makassar, Tawarkan Diskon Umrah hingga DP 0% Kendaraan
IJTI Peringatkan Perjanjian Dagang RI-AS Ancam Media Nasional