Informasi alamat yang ia berikan pun akhirnya membawa polisi ke tempat kejadian. Rekaman kamera tubuh petugas menangkap momen penyelamatan. Saat diperiksa, korban yang namanya sengaja dirahasiakan mengaku berteman dengan Barron Trump. Dialah yang dihubungi saat itu juga.
“Dia membantu menyelamatkan hidup saya. Panggilan itu seperti tanda dari Tuhan pada saat itu,” ujar wanita itu dalam kesaksiannya di pengadilan. Kalimatnya singkat, tapi sarat makna.
Rentetan Tuduhan Berat untuk Sang Pacar
Di sisi lain, Matvei Rumiantsev, sang tersangka, kini menghadapi tuduhan yang sangat serius. Dakwaannya mencakup pemerkosaan, pencekikan disengaja, penyerangan, penganiayaan fisik, hingga menghalangi proses peradilan. Semua tuduhan itu ia bantah keras di hadapan hakim.
Menurut keterangan di persidangan, motifnya bermula dari kecemburuan. Rumiantsev diduga murka saat mengetahui Barron Trump mencoba menghubungi pacarnya melalui telepon pada malam naas itu. Kemarahannya yang meledak akhirnya membawa semua pihak ke ruang sidang yang tegang ini.
Artikel Terkait
Prabowo di Davos: Tanpa Pendidikan yang Memadai, Negara Bisa Gagal
Kiper Raihan Alfariq Dihukum Seumur Hidup Usai Tendangan Brutal di Liga 4
Angke Hulu Siaga 1, 132 RT di Jakarta Terendam Banjir
Sindikat Oplosan Gas Elpiji di Palembang Digerebek, Untung Hampir Rp4 Juta Sehari