Prabowo Tanpa Wapres: Langkah Berani atau Kesalahan Fatal?

- Kamis, 16 Oktober 2025 | 07:00 WIB
Prabowo Tanpa Wapres: Langkah Berani atau Kesalahan Fatal?

Lebih Baik Presiden Prabowo Pimpin RI Tanpa Wapres, Ini Pandangan Said Didu

Mantan Sekretaris BUMN, Muhammad Said Didu, menyatakan pandangan bahwa lebih baik Presiden terpilih Prabowo Subianto memimpin Indonesia tanpa Wakil Presiden jika proses pemakzulan terhadap Wapres terpilih Gibran Rakabuming Raka berjalan lancar.

Pernyataan ini disampaikannya dalam sebuah video singkat yang diunggah oleh akun Facebook Nusa Update pada Kamis, 16 Oktober 2025.

"Kalau saya ditanya, daripada ribut-ribut, kosongin aja (kursi Wapres)," kata Said Didu seperti dikutip.

Sejarah Kepemimpinan Presiden RI Tanpa Wapres

Said Didu menguatkan pandangannya dengan merujuk pada sejarah Indonesia, di mana negara ini telah beberapa kali dipimpin oleh presiden tanpa didampingi wakil presiden.

Berikut adalah contoh sejarahnya:

  • Muhammad Hatta (Bung Hatta): Pada tahun 1956, Bung Hatta mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden. Alasannya adalah karena merasa tidak sejalan dengan sistem konstitusional yang mengatur peran wapres pada masa itu.
  • Presiden Soeharto: Pada periode kepemimpinannya dari tahun 1967 hingga 1973, Presiden Soeharto juga tidak didampingi oleh seorang Wakil Presiden. Baru setelah Pemilu 1973, beliau mendapatkan pendamping, yaitu Sultan Hamengku Buwono IX. Namun, Sultan HB IX kemudian mengundurkan diri pada tahun 1978 dengan alasan ingin hidup tenang.

Berdasarkan preseden sejarah inilah, opsi untuk membiarkan kursi wakil presiden kosong dianggap sebagai sebuah solusi yang dapat dipertimbangkan.

Sumber: https://rmol.id/amp/2025/10/16/683348/lebih-baik-presiden-prabowo-pimpin-ri-tanpa-wapres-

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar