Pria Tewas Jatuh dari Pohon Mangga Saat Hendak Curi Buah di Bontang, Polisi Selidiki Dugaan Pengeroyokan

- Senin, 11 Mei 2026 | 23:15 WIB
Pria Tewas Jatuh dari Pohon Mangga Saat Hendak Curi Buah di Bontang, Polisi Selidiki Dugaan Pengeroyokan

Seorang pria berinisial Ri ditemukan tewas setelah terjatuh dari pohon mangga di Jalan KS Tubun, Gang Bersama 7, Kelurahan Api-Api, Kota Bontang, Kalimantan Timur, pada malam hari. Peristiwa yang diduga bermula dari aksi pencurian itu kini tengah diselidiki oleh Polres Bontang, termasuk laporan terkait dugaan kekerasan massa yang menyertai kejadian tersebut.

Berdasarkan penyelidikan sementara, korban datang bersama rekannya berinisial M dengan tujuan mengambil buah mangga di halaman rumah warga. Namun, aksi mereka diketahui oleh pemilik rumah. Dalam situasi panik, M langsung melarikan diri, sementara Ri yang masih berada di atas pohon berusaha menyelamatkan diri dengan melompat.

Kanit Pidum Polres Bontang, Ipda Markus Sihotang, menjelaskan bahwa korban gagal mendarat dengan selamat. “Yang di atas pohon melompat, tetapi pijakannya tidak kuat lalu jatuh ke belakang. Bagian belakang kepalanya diduga menghantam ujung fondasi beton yang lancip di dekat parit,” ujarnya.

Teriakan “maling” dari lokasi kejadian sempat memicu kerumunan warga. Awalnya, perhatian warga tertuju pada upaya mengejar pelaku lain yang kabur. Korban Ri baru ditemukan beberapa saat kemudian setelah warga mendengar suara seperti orang mengorok dari area gelap di sekitar lokasi.

“Setelah disenter, ternyata ada orang tergeletak. Warga sempat ragu menolong karena khawatir memperparah kondisi korban dan segera menghubungi polisi,” kata Markus.

Sekitar sepuluh menit kemudian, aparat kepolisian tiba di tempat kejadian dan mengevakuasi korban ke rumah sakit menggunakan kendaraan warga. Namun, nyawa Ri tidak tertolong.

Meski indikasi awal menunjukkan korban meninggal akibat kecelakaan saat terjatuh, pihak kepolisian tetap menindaklanjuti laporan keluarga korban terkait dugaan pengeroyokan. Polisi telah melakukan prarekonstruksi untuk memastikan rangkaian kejadian secara detail.

“Kami lakukan prarekonstruksi agar seluruh rangkaian kejadian terlihat jelas. Kami juga akan memanggil dan memeriksa orang-orang yang terekam dalam video viral tersebut,” kata Markus.

Hingga saat ini, empat orang saksi telah dimintai keterangan. Polisi membuka peluang penyelesaian melalui restorative justice jika ada kesepakatan antar pihak, namun tetap akan mempertimbangkan dampak sosial dari perkara tersebut. Area kejadian kini masih dalam pengawasan pihak kepolisian guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar