Jakarta – Persiapan haji 2026 menunjukkan titik terang. Dalam Rapat Kerja dengan Kementerian Haji dan Umroh Rabu lalu (21/1), Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menyoroti beberapa kemajuan. Ia secara khusus mengapresiasi rencana penambahan kuota petugas haji dari kalangan mahasiswa Indonesia yang tengah belajar di Timur Tengah.
Memang, angkanya naik. Dari laporan Menteri Haji dan Umroh Gus Irfan, kuota untuk mahasiswa di 10 negara itu kini 133 orang, bertambah dari tahun sebelumnya yang cuma 120.
Tapi bagi HNW sapaan akrabnya itu belum cukup. “Sesuai aspirasi pimpinan PPI se-Dunia, mestinya melihat minat dan potensi para mahasiswa itu, bisa lebih banyak lagi yang diangkat,” ujarnya. Harapannya, tambahan kuota yang lebih signifikan bisa terwujud di musim haji mendatang.
Di sisi lain, ada persoalan lain yang langsung ia sampaikan. Soalnya, untuk mukimin dan mahasiswa di Arab Saudi sendiri, Kemenhaj baru mengangkat 750 petugas. Jumlah ini dirasa tak sesuai kesepakatan rapat pada November 2025.
“Hal itu langsung saya persoalkan kepada Wamenhaj Dahnil A Simanjuntak sebelum rapat dimulai,” kata Hidayat.
Dahnil pun langsung merespons. Katanya, masih akan ada penambahan dari Tenaga Pendukung Syarikah. HNW lantas mengingatkan agar janji itu benar-benar ditepati.
“Atas peningkatan tersebut, kepada semua mahasiswa maupun mukimin yang terpilih nanti harus melaksanakan amanah ini dengan baik,” pesan Hidayat usai rapat. Ia menekankan, keunggulan mereka seperti penguasaan bahasa Arab, pemahaman ritual haji, dan pengetahuan budaya setempat harus dimaksimalkan untuk melayani jemaah dengan profesional.
Artikel Terkait
KPK Geledah Dua Kepala Daerah dalam Dua Hari Beruntun
Hati-Hati, Pakai Sepatu Padel untuk Jalan-Jalan Bisa Rusak dan Bahaya
Gus Ipul Sambut Bupati Bungo dan Merangin, Dorong Daerah Ambil Program Sekolah Rakyat
Karawang Terendam Lagi, Air Naik Ekstrem Usai Warga Bersihkan Rumah