Sutoyo Abadi Ingatkan Prabowo: Jangan Sampai Cap Pengkhianat Melekat

- Kamis, 22 Januari 2026 | 06:50 WIB
Sutoyo Abadi Ingatkan Prabowo: Jangan Sampai Cap Pengkhianat Melekat

Antara lain, bahwa Negara Kesatuan RI dinilai sudah tidak lagi berdasarkan Pancasila dan UUD 45 asli. Konstitusi dianggap kehilangan roh proklamasi, bahkan negara proklamasi disebut sudah dibubarkan. Amandemen UUD 45 disebut ilegal dan bentuk makar. Istilah “UUD 45 NRI” atau “UUD 2002” dianggap hanya rekayasa dan manipulasi politik.

Poin-poin lainnya juga tak kalah keras: amandemen bukan kehendak rakyat, tumpah darah Indonesia dianggap digadaikan kepada kolonialisme baru, dan pembangunan Ikon Nusantara dinilai memutus sejarah NKRI.

“Presiden seperti tidak bergeming,” tandas Sutoyo dengan nada prihatin.

Ia menambahkan, “Terkesan ada yang menggendam kesadarannya. Dia seolah lupa bahwa Sumpah Prajurit, Sapta Marga, dan 8 Wajib TNI adalah pedoman pokok. Itu tidak boleh goyah, dalam tekanan ancaman sebesar apa pun.”

Masih ada waktu, harap Sutoyo. Masa jabatan Prabowo hingga 2029 harus dimanfaatkan untuk menyelamatkan negara, mengembalikannya pada Pancasila dan UUD 45 yang otentik. Kalau sampai terlambat, dan negara ambruk, konsekuensinya berat. Prabowo berisiko dicap sebagai prajurit yang ingkar janji.

Dan itu sangat berbahaya: status pengkhianat negara bisa saja melekat selamanya.


Halaman:

Komentar