Lewat sebuah video di akun media sosialnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat, Nandang Sutisna, angkat bicara. Ia memberi penjelasan terkait posisi Anies Baswedan yang tidak menjadi Ketua Umum partai tersebut.
"Kenapa Anies Baswedan tidak menjadi Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat? Kenapa justru Sahrin Hamid? Ini penjelasannya…."
Menurut Nandang, keputusan ini sama sekali bukan pertanda Anies cuma dimanfaatkan, atau sebaliknya. Intinya, kata dia, Anies adalah Gerakan Rakyat itu sendiri. Begitu pula sebaliknya.
Justru, tidak menduduki posisi puncak partai dinilai sebagai langkah yang paling ideal oleh para kadernya. Dengan begitu, Anies punya ruang gerak lebih leluasa. Ia bisa tetap fokus memikirkan persoalan bangsa dan negara, sekaligus melanjutkan perannya sekarang: mendengarkan keluh kesah, harapan, dan aspirasi berbagai kelompok masyarakat yang punya ekspektasi besar padanya.
Di sisi lain, peran Ketua Umum yang penuh dengan urusan organisasi, prosedural administratif, plus konsolidasi struktural partai, akan dipegang Bung Sahrin Hamid. Dia dikenal sebagai organisatoris yang sudah teruji. Tugasnya adalah memastikan partai ini benar-benar siap dan sah di mata KPU untuk menghadapi Pemilu 2029.
Nandang juga menyinggung soal kedekatan Sahrin dengan Anies. "Bung Sahrin telah lama menjadi orang kepercayaan Pak Anies," ujarnya.
Artikel Terkait
Setelah 17 Tahun, Marshanda Akhirnya Menangis dan Mengaku: Saya Merasa Paling Sial
Prabowo Siapkan Utang Rp700 Triliun: Rakyat yang Menanggung Beban Pajak
Hujan Deras Pagi Ini, Layanan Transjakarta Tersendat dan Alih Rute
Gelombang Pekerja Scam WNI Serbu KBRI Phnom Penh Usai Razia Kamboja