Lewat sebuah unggahan di platform X, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim tak ragu menyuarakan kritik pedasnya. Sasaran? Amerika Serikat. Anwar mendesak dengan tegas agar AS segera membebaskan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, beserta istrinya, Cilia Flores. Menurutnya, tindakan penangkapan yang dilakukan Washington itu jelas-jelas melanggar hukum internasional.
Unggahan itu muncul pada Minggu (4/1/2026), dan langsung menarik perhatian. Anwar menyatakan ia telah mengamati situasi di Venezuela dengan perasaan was-was yang mendalam.
Bagi Anwar, langkah AS ini bukan cuma soal satu negara. Ini soal preseden. Dan presedennya berbahaya.
Artikel Terkait
Lima Lembaga Intelijen yang Membentuk Peta Kekuatan Global
TAUD Ungkap Dugaan Serangan Terorganisir Melibatkan 16 Orang terhadap Andrie Yunus
Dolar AS Melemah Didorong Kabar Perundingan Damai Israel-Lebanon
Bentrok di Halmahera Tengah Dipicu Hoaks, Bukan Konflik SARA