Di ruang rapat Senayan, Rabu (21/1) lalu, sejumlah menteri berkumpul. Agenda utamanya membahas nasib ribuan desa yang seolah terperangkap. Mereka masuk kategori tertinggal, bahkan terbelakang, lantaran lokasinya yang berada di dalam kawasan hutan. Akses untuk membangun dan memberikan pelayanan publik pun jadi serba terbatas.
Rapat itu sendiri dipimpin oleh Wakil Ketua DPR, Saan Mustopa, bersama Ketua Komisi V, Titiek Soeharto. Tampak hadir Menteri Desa Yandri Susanto, Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman, dan Menteri Agraria serta Kepala BPN Nusron Wahid. Dari jajaran wakil menteri, Rohmat Marzuki (Kehutanan) dan Riza Patria (Desa) juga turut serta.
Menurut Saan, pertemuan ini adalah langkah awal untuk menindaklanjuti persoalan yang sudah lama mengendap. "Ini terkait dengan desa-desa yang masih ada ribuan di Indonesia ini yang masih kategori tertinggal," ujarnya.
Ia melanjutkan, status kawasan hutan yang melekat pada desa-desa itu menjadi ganjalan utama. Alhasil, berbagai program pembangunan sulit dijalankan secara maksimal.
"Jadi tertinggal bahkan terbelakang. Nah, kenapa di sini masuk dalam kategori tertinggal? Karena ada dalam statusnya di kawasan hutan. Sehingga akses untuk bisa melakukan berbagai upaya itu agak terhambat," jelas Saan.
Dampaknya jelas terasa di tingkat warga. Pemenuhan hak dasar, mulai dari infrastruktur jalan hingga layanan kesehatan dan pendidikan, seringkali tak sampai dengan baik.
Artikel Terkait
Nusron Wahid Soroti Mandeknya Satu Peta: Semuanya Kembali ke Duit, Pak!
Macan Tutul Jawa Terluka Parah Tertangkap Kamera, Diduga Korban Tembakan Pemburu Liar
Kotak Hitam ATR 42-500 Ditemukan Utuh di Lereng Bulusaraung
Farhat Abbas Beri Gelar Termul Baru untuk Eggi Sudjana Usai Dukung Keaslian Ijazah Jokowi