Kita memang tak makan dollar.
Betul. Tapi coba lihat, kalau nilai tukar rupiah sudah mulai ngamuk dan benar-benar lepas kendali, dampaknya bisa bikin negara limbung. Kita punya sejarah kelam soal ini. Indonesia pernah mengalaminya.
Dan waktu krisis moneter 1998 melanda, yang berujung pada Reformasi dan lengsernya Presiden Soeharto, Prabowo Subianto memilih pergi ke Yordania.
Nah, sekarang ini rupiah lagi melemah. Perlahan tapi pasti, harganya terus merosot dalam beberapa pekan terakhir. Situasinya bikin was-was.
Makanya, menurut saya, isu nepotisme di Bank Indonesia ini jangan dianggap sepele. Jangan main-main. Lebih baik fokus saja mengurus proyek-proyek besar yang sudah digaungkan, seperti MBG dan IKN. Atau urus saja semua pernyataan dan wacana yang selama ini sudah dilontarkan.
Artikel Terkait
Tragis di Perlintasan Sinaksak, Pelajar SMK Tewas Tertabrak Kereta
Ketika Negara Mengintip Kamar Tidur: Dilema KUHP Baru dan Perkawinan yang Dipidanakan
Dominasi NVIDIA di Pasar AI Tiongkok Diprediksi Rontok ke 8% pada 2026
Demokrasi di Balik Layar: Ketika Oligarki Mengatur Panggung Politik Indonesia