Agar jangkauannya lebih luas, Budi ingin CKG tak cuma di puskesmas dan sekolah. Tahun ini, program itu akan digelar di tempat kerja.
Banyak orang baru sadar sakit setelah komplikasi datang. Dengan skrining di kantor, diharapkan kesadaran akan kesehatan meningkat dan biaya pengobatan jangka panjang bisa ditekan.
Perkiraan 28 Juta Warga Alami Masalah Kejiwaan
Isu kesehatan jiwa juga tak kalah serius. Menkes memperkirakan sekitar 28 juta penduduk Indonesia mengalami masalah kejiwaan, dari yang ringan hingga berat. Angka itu berdasarkan perhitungan dari data WHO.
Untuk menanganinya, puskesmas akan disiapkan sebagai garda terdepan. “Kita sekarang sedang bangun sistemnya supaya bisa dilayani di puskesmas-puskesmas,” pungkasnya. Nantinya, puskesmas akan punya tenaga terlatih untuk deteksi dini dan konseling dasar.
Skrining Pakai AI dan Target Usia Harapan Hidup
Menkes juga mulai menggencarkan skrining dengan bantuan kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini, katanya, bisa belajar dari jutaan data pasien. “Dia kayak dokter, cuma kalau dokter pengalamannya 1.000 pasien, 5.000 pasien. Ini 5 juta pasien, 10 juta pasien dia belajar,” ujarnya. Tentu saja, AI hanya alat bantu, bukan pengganti dokter.
Semua upaya ini bermuara pada satu target besar: menaikkan usia harapan hidup rata-rata orang Indonesia dari 72 tahun menjadi 76 tahun. Tak cuma panjang umur, tapi juga sehat. “Rata-rata usia hidup sehat itu naik dari 60 ke 65,” katanya. Target ini tercantum dalam Rencana Induk Bidang Kesehatan yang tinggal tunggu tandatangan Presiden.
Kabar Baik: Iuran BPJS 2026 Tak Naik
Ada kabar yang mungkin bisa sedikit meringankan beban. Budi memastikan iuran BPJS Kesehatan tahun 2026 tidak akan dinaikkan. Pemerintah akan menyuntikkan dana segar sebesar Rp 20 triliun dari APBN untuk menutup kebutuhan. “BPJS akan mendapatkan suntikan dana Rp 20 triliun dari pemerintah,” kata Budi usai rapat.
Pada akhirnya, Budi menegaskan bahwa tujuan semua program kesehatan, terutama CKG, bukan sekadar angka skrining. “Tujuannya adalah masyarakat kita sehat. Cuma satu tujuannya,” tegasnya. Sehat yang dimaksud adalah terkendalinya tekanan darah dan gula darah, jauh sebelum warnanya ‘kuning’ apalagi ‘merah’ di alat ukur. Itulah yang sedang diperjuangkannya.
Artikel Terkait
Ledakan di Restoran China Kabul Tewaskan 7 Orang, ISIS Klaim Tanggung Jawab
Jerman Siap Cabut dari Piala Dunia 2026, Trump Jadi Biang Keributan
Korban Rugi Rp1 Miliar Laporkan Timothy Ronald ke Polda Metro Jaya
Sutoyo Abadi Bongkar Mainan Rasa dan Modal di Balik Partai Baru Pendukung Anies