Menkes Soroti Obesitas dan Targetkan Usia Harapan Hidup 76 Tahun
Di awal tahun 2026, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kembali mengingatkan publik soal sejumlah isu kesehatan yang masih jadi tantangan besar. Ia berbicara blak-blakan dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Senin lalu. Fokusnya jelas: penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes, yang menurutnya bisa dicegah kalau deteksi dini lewat program Cek Kesehatan Gratis (CKG) digencarkan.
“Gemuk Itu Masalah,” Tegas Menkes
Budi Gunadi Sadikin tak sungkan menyebut persoalan kegemukan secara gamblang. Menurutnya, obesitas adalah pintu masuk bagi berbagai penyakit serius yang kini banyak menghantui masyarakat dewasa.
Ia menjelaskan, risiko hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes mengintai mereka yang berat badannya berlebih. Yang menarik, ia meragukan data survei yang ada. Angka penderita diabetes di Indonesia tercatat 13 persen, tapi Budi merasa itu terlalu rendah. “Ini rendah sekali. Dia mungkin seharusnya 50 sampai 60 persen dari tekanan darah tinggi, ya. Tapi kita ketangkapnya waktu skriningnya kenapa rendah sekali,” katanya.
Hasil CKG: Baru 191 Ribu dari 6 Juta Hipertensi Terkendali
Program CKG ternyata masih punya pekerjaan rumah besar. Dari sekitar enam juta peserta yang terdeteksi hipertensi, baru 191 ribu orang yang tekanan darahnya benar-benar terkendali. Angka itu diakui Budi masih jauh dari harapan.
Hipertensi yang dibiarkan, lanjutnya, adalah bom waktu. Risiko stroke dan serangan jantung mengintai. Karena itu, targetnya tahun ini adalah mengendalikan 90 persen dari angka enam juta itu. Caranya? Dengan menyediakan obat generik murah di puskesmas dan pemantauan berkala. “Terkendali itu artinya dapat obat, terus diperiksa lagi tiap beberapa bulan,” jelas Budi.
Kanker Payudara dan Pentingnya Deteksi Dini
Di sisi lain, Budi juga menyoroti tingginya angka kematian akibat kanker payudara pada perempuan Indonesia. Penyakit ini masih jadi pembunuh nomor satu akibat kanker. Padahal, peluang sembuhnya sangat besar jika ditemukan lebih awal.
Sayangnya, banyak kasus baru ketahuan di stadium lanjut. Budi mendorong perempuan untuk rajin memeriksa diri dan memanfaatkan fasilitas skrining.
Artikel Terkait
Ledakan di Restoran China Kabul Tewaskan 7 Orang, ISIS Klaim Tanggung Jawab
Jerman Siap Cabut dari Piala Dunia 2026, Trump Jadi Biang Keributan
Korban Rugi Rp1 Miliar Laporkan Timothy Ronald ke Polda Metro Jaya
Sutoyo Abadi Bongkar Mainan Rasa dan Modal di Balik Partai Baru Pendukung Anies