Di Hotel Aryaduta, Jakarta, suasana Minggu (18/1/2026) itu tampak berbeda. Rapat Kerja Nasional pertama Gerakan Rakyat justru berakhir dengan sebuah deklarasi bersejarah: organisasi kemasyarakatan itu resmi bertransformasi menjadi Partai Gerakan Rakyat. Langkah ini, diambil lewat musyawarah mufakat yang melibatkan seluruh perwakilan provinsi.
Muhammad Ridwan, yang memimpin sidang, menyatakan keputusan itu bulat. Tak ada suara sumbang.
“Setelah melalui musyawarah, akhirnya kita capai kata mufakat dari seluruh peserta Rakernas ini,” ujar Ridwan, dalam pernyataan yang disiarkan langsung.
Menurutnya, keyakinan kolektif itulah yang mendorong perubahan wadah. Mereka yakin, cita-cita membangun Indonesia yang adil dan bermartabat butuh langkah politik yang terstruktur, bukan sekadar gerakan sosial biasa.
Namun begitu, deklarasi partai bukan satu-satunya keputusan penting hari itu. Rakernas juga menetapkan Sahrin Hamid sebagai Ketua Umum untuk periode 2026–2031. Dan dalam pidato pertamanya, Sahrin langsung menyasar isu nasional.
Dukung Anies Baswedan Jadi Presiden
Sahrin tak bertele-tele. Di hadapan kader, ia menyampaikan harapan sekaligus arah politik partai barunya.
“Kita menginginkan Indonesia lebih adil dan makmur. Dan kita juga menginginkan pemimpin nasional kita nanti, insyaallah, adalah Anies Rasyid Baswedan,” tegas Sahrin.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik di 2026
Menkes Soroti Gawai dan Perundungan Pemicu Gangguan Mental Anak
Smartwatch Kopilot yang Jatuh Masih Terekam Bergerak, Keluarga Berharap Dia Bertahan
Ngobrol dengan Kucing Bukan Cuma Omong Kosong, Sains Buktikan Mereka Paham Perasaan Kita